Pemimpin Baru Harus Didukung Seluruh Klasis di Wilayah Toli

0
141
Presiden GIDI, Pdt. Dorman Wandikbo didampingi Staf Ahli Gubernur Papua, saat mengalungkan tanda peserta pada acara pembukaan Konferensi GIDi wilayah Toli ke X
Presiden GIDI, Pdt. Dorman Wandikbo didampingi Staf Ahli Gubernur Papua, saat mengalungkan tanda peserta pada acara pembukaan Konferensi GIDi wilayah Toli ke X

TOLIKARA,  PapuaSatu.com – Presiden GIDI, Pdt. Dorman Wandikbo secara resmi membuka Konferensi GIDI Wilayah Toli ke X di Klasis Longgoboma Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua dengan ditandai pengalungan kartu peserta kepada perwakilan peserta Konferensi GIDI wilayah Toli ke X, pada Rabu (07/10/2018).

Presiden GIDI, Pdt Dorman Wandikbo didampingi Staf Ahli Gubernur Papua, saat menggunting Pita peresmian pembangunan di Distrik Longgoboma kabupaten Tolikara
Presiden GIDI, Pdt Dorman Wandikbo didampingi Staf Ahli Gubernur Papua, saat menggunting Pita peresmian pembangunan di Distrik Longgoboma kabupaten Tolikara

Pembukaan ini sekaligus meresmikan Aula Calon Klasis Longgoboma, aula ruang makan, Bukti Doa Saitun Gobogonik,  gedung jemaat Sardis, Erembur Satu, Gedung Jemaat Galatia Erembur, dan Gedung Jemaat Lam Alome.

Pembukaan Konferensi dan peresmian Gedung  disaksikan langsung Bupati Tolikara, Usman G Wanimbo, Wakil Bupati Dinus Wanimbo, Staf Ahli Gubernur Papua Simeon Itlay, Bupati Lanny Jaya Befa Jigibalom, Anggota DPR RI, Willem Wandik S.Sos, Anggota DPR Papua Orwan Tolli Wonne, Tami Gurik, 25 Klasis serta sejumlah pejabat di kabupaten Tolikara.

Dalam kegiatan Konferensi Wilayah Toli ke X, Presiden GIDI Pdt. Dorman Wandikbo meminta kepada para seluruh peserta dan semua yang terlibat dalam Konferensi GIDI selama tiga hari ke depan agar mengevaluasi kembali apa yang telah dilaksanakan selama lima tahun terakhir, baik itu pelayanan maupun pada kepengurusan.

“Selama lima tahun ini pelayanan di wilayah Toli harus di evaluasi. Mereka tau apa saja yang harus diperbaiki, apa yang perlu dibuang, apa yang ditambah pada ajaran baru atau cara baru yang masuk di wilayah Toli. Ini akan menjadi evaluasi untuk mereka, Ini evaluasi 5 tahun wilayah Toli,” katanya.

Ditengah-tengah persoalan, Dorman mengajak peserta Konferensi maupun yang terlibat dalam Konferensi ke depan bisa menentukan pemimpin baru.

“Jadi waktu untuk melakukan pemilihan di sini harus orang yang sesuai dengan kehendak Tuhan, kemudian apa yang mereka pilih harus didukung. artinya, ketua baru harus betul-betul didukung oleh sejumlah Klasis yang ada di kabupaten Tolikara. Tanpa dukung maka wilayah Toli tidak bisa dilayani dengan baik,” katanya.

Untuk itu, Pendeta Dorman, pemimpin yang dipilih bisa mengayomi  semua klasis-klasis wilayah Toli. “Wilayah Toli tidak Dedominasi lain, tidak ada gereja lain. Hanya Mayoritas GIDI.  Jadi tema satu tujuan satu Visi mereka harus satu, karena mereka satu keluarga, satu bahasa dan satu Gereja,” paparnya.

Bupati Tolikara Usman G Wanimbo bersama Staf Ahli Gubernur Papua ketika disambut masyarakat pada acara Konferensi Gidi Wilayah Toli ke X di distrik Longgobom
Bupati Tolikara Usman G Wanimbo bersama Staf Ahli Gubernur Papua ketika disambut masyarakat pada acara Konferensi Gidi Wilayah Toli ke X di distrik Longgobom

Bupati Tolikara Usman G Wanimbo memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Tolikara dan peserta Konferensi GIDI beserta seluruh pemerintahan tokoh pemuka yang telah mengambil alih mengamankan dan menghadiri proses pelaksanaan Konferensi GIDI wilayah Toli ke-X hingga pada pembukaan yang baru saja disaksikan secara bersama-sama.

Bupati Usman berharap pada pelaksanaan Konferensi GIDi wilayah Toli ke X dapat membahas hal-hal yang positif tentang bagaimana kerjasama antara Gereja dengan dengan pemerintah kabupaten Tolikara.  “Pelaksanaan Konferensi semua hadir, biak itu Klasis, kepala daerah, jemaat, kepala distrik dan kepala Desa  sehingga diharapkan semuanya ada kerjasama dalam pembinaan SDM dan pembinaan umat,” harapnya.

Bupati Usman juga berharap kepada peserta Konferensi agar memilih pemimpin di wilayah Toli secara baik dan bermartabat agar benar-benar bisa mengikuti anggaran rumah tangga dan aturan yang ada.

“Jadi pemimpin yang  terpilih nanti maka benar-benar bertanggungjawab, menjadi panutan bagi semua organisasi, baik secara kelembagaan maupun di eksekutif. Harus berani memecahkan masalah yang ada di kabupaten Tolikara,” ujarnya.

Dikatakannya, pemilihan pemimpin sudah diatur sehingga tidak boleh keluar dari aturan dalam AD/RT. “Semua harus ikut aturan rumah tangga GIDI, jadi pemimpin  Gereja yang ada harus tau aturan itu. Saya berharap tidak membawa hal diluar dari politik sehingga terjadi permusuhan. Benar-benar memilih yang betul-betul takut akan Tuhan,” pungkasnya. [loy]