Presiden GIDI Ajak Seluruh Kader Harus Bangkit dan Bertindak Untuk Kebangkitan

0
126
Presiden GIDI, Pdt Dorman Wandikbo, saat menyampaikan Firman pada acara pembukaan Konferensi GIDi wilayah Toli ke X di Distrik Longoboma, kabupaten Tolikara, 7 November 2018
Presiden GIDI, Pdt Dorman Wandikbo, saat menyampaikan Firman pada acara pembukaan Konferensi GIDi wilayah Toli ke X di Distrik Longoboma, kabupaten Tolikara, 7 November 2018

TOLIKARA, PapuaSatu.com – Ibadah pelaksanaan Konferensi GIDI Wilayah Toli ke X di distrik Longgoboma kabupaten Tolikara, Provinsi Papua, Rabu (7/10/2018) berlangsung hikmat.

Dalam khotbahnya yang disampaikan Presiden GIDI dihadapan ratusan peserta Konferensi GIDI wilayah Toli mengajak untuk merenungkan kembali apa yang sudah dilakukan selama ini di kabupaten Tolikara agar menjadi pedoman untuk perbaikan di masa yang akan datang.

Sebab di dalam surat Kitab Hagai  1 : 6-8   tertulis   “Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.

“Firman ini sebagai teguran bagi kita karena salah satu perilaku manusia yang paling susah melihat dirinya sendiri. Kalau kita lihat susah dan kalau orang lain gampang melihat kita. Oleh karena itu, mulai hari ini kita mulai belajar bersama-sama untuk merubah kebiasaan kita. Jangan selama  kehidupan kita susah diketahui kelakuan dan setelah barulah ketahuan semua kelakuan itu. jangan terjadi itu,” tekan  Pendeta Dorman.

Wilayah Toli tempat berasal GIDI, dia berada wilayah  kabupaten Pegunungan Tengah, seperti Kabupaten Pegunungan Bintang, Puncak Jaya, Puncak, Yalimo, Yahukimo, Mamberamo Tengah dan beberapa kabupaten lainnya di Papua.

“GIDI banyak melahirkan pemimpin yakni, Gubernur Papua, Ketua DPR Papua, Ketua MRP dan Bupati. Kita melihat pemimpin ini maka kita harus bangga karena banyak pemimpin berasal dari GIDI, sehingga mari kita renungkan kembali untuk lebih baik ke depan,” ujarnya.

Para Muspida saat menghadiri acara Konferensi GIDI Wilayah Toli ke X d Longgoboma
Para Muspida saat menghadiri acara Konferensi GIDI Wilayah Toli ke X d Longgoboma

Pendeta Dorman menyebutkan, ada lima persoalan yang terjadi selama ini,  yakni, GIDI  kehilangan Ibadah. Dimana  kader beribadah tanpa bukti, iman luar biasa tapi tidak ada bukti.

“Kalau ada iman maka kita harus bertindak, bagaimana kita melangkah dan  bagaimana kita berbuat. Itulah yang terjadi di GIDI selama ini, iman tanpa bertindak maka akan Mati. Sekarang kita harus bangkit, kita semua bangkit, bergerak dan harus bertindak,” tegas dia.

Meski demikian, ia mengakui bahwa GIDI diseluruh Indonesia memiliki yang luar biasa. bahkan GIDI diobrak-abrik namun tetap kasih itu tetap ada. “Buktinya, kehadiran GIDI tidak hanya ada di pelayanan akan tetai GIDI ada di tengah masyarakat untuk memberikan dukungan sosial ketika terjadi bencanna, seperti di Aceh, Jogja dan Palu,” katanya.

“Orang Papua harus memberikan kasih yang punya harapan, yang hidup kekal.  Bila ada kasih dan Iman maka setiap ketemu orang, mereka menganggap bahwa perkataan yang keluar adalah kasih. Itu pada diri kita ada  kasih Yesus Kristus pada diri kita,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Pendeta Dorman, GIDI kehilangan  kemuliaan. Tolikara tidak tau apa yang akan terjadi. ” Ini kehilangan kemuliaan sehingga  membuat strategi yang aneh-aneh tapi kemuliaan tidak akan pernah mati. Dia akan selalu dalam hidup kita,”

Kemudian, sambung dia, GIDI  telah  kehilangan damai sejahteraan, padahal Tuhan memberikan kuasa dan otoritas kepada hamba Tuhan. Namun ia merasa bangga karena di Pegunungan Papua banyak hamba-hamba Tuhan, ada keistimewaan dengan hambat Tuhan.

“Kenapa?, karena hambat Tuhan tidak akan miskin  karena  dia adalah utusan Allah. Dan hamba Tuhan tidak ingin kekayaan tapi hamba Tuhan hadir untuk membawa kedamaian dan suka cita dan apa bulan damai tidak dibawa maka  akan hancur,” paparnya.

Untuk itu ia mengajak agar GIDI tidak akan kehilangan Kemulian, tidak kehilangan prioritas karena kita hanya satu yaitu untuk kemuliaan nama Tuhan. “Apabila Orang Papua tidak hidup dengan tuhan maka dia tidak akan bertahan hidup,” ujarnya.

Untuk itu ia mengajak kepada seluruh kader di wilayah Toli dan  kader GIDI yang ada diseluruh Indonesia untuk harus bangkit dan bertindak untuk kebangkitan dan kemuliaan nama Tuhan. “Kita harus membuktikan bahwa ada perubahan karena kita sudah melihat keadaan kita, diri kita sendiri baru kepada orang lain,” ujarnya.

Hadir dalam ibadah tersebut, Staf Ahli Gubernur Papua Simeon Itlay, Bupati Tolikara, Usman G Wanimbo, Wakil Bupati Tolikara, Dinus Wanimbo, Bupati Lanny Jaya, Befa Jigibalom, Anggota DPR Papua, Orwan Tolli Wonne, Tanmi Gurik, Kapolres Tolikara, Perwira penghubung Jayawijaya, dan sejumlah kader dan pejabat di kabupaten Tolikara. [loy]