Antisipasi Kebutuhan BBM dan LPG, Pertamina MOR VIII Lakukan Build-Up Stock

0
55
Caption : General Manager PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Maluku-Papua, Iim Febrian didampingi, Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region VIII, Brasto Galih Nugroho, dan Manager Retail Fuel Marketing Region VIII, Fanda Chrismianto saat memberikan keterangan pers di B-One Resto, Kamis (6/12/2018). Foto : Ayu Vhino/PapuaSatu.com
Caption : General Manager PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Maluku-Papua, Iim Febrian didampingi, Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region VIII, Brasto Galih Nugroho, dan Manager Retail Fuel Marketing Region VIII, Fanda Chrismianto saat memberikan keterangan pers di B-One Resto, Kamis (6/12/2018). Foto : Ayu Vhino/PapuaSatu.com

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Selama perayaan natal 2018 dan menyambut Tahun Baru 2019, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Maluku – Papua melakukan build-up stock untuk mengantisipasi kebutuhan BBM dan LPG.

Bahkan untuk mengantisipasi BBM dan LPGtersebut, PT Pertamina (Persero) memproyeksikan konsumsi BBM dari berbagai produk untuk mengalami peningkatan.

General Meneger PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Maluku-Papua memprediksi bahwa penyaluran Gasoline (bensin) di periode Natal 2018 dan Tahun baru 2019 mengalami kenaikan sebesar +6,3% dibandingkan penyaluran normal.

“Kita prediksikan ada peningkatan dalam penggunakan BBM dan LPG, mulai dari bensin, minyak tanah hingga avtur,” ucap Iin Febrian dalam keterangan pers di B-One Resto Kota Jayapura, Papua, Kamis (6/12/2018) siang.

Menurutnya, kenaikan ini dikarenakan adanya peningkatan aktivitas kendaraan roda 2 dan roda 4, sedangkan untuk produk Gasoil (bahan bakar diesel) mengalami peningkatan kurang lebih +10,6%.

“Hal ini dikarenakan adanya antisipasi dari PLN untuk dapat menjaga kestabilan supply pembangkit tenaga diesel yang berada pada wilayah Marketing Operation Region VIII,” jelas Febrian.

Sementara untuk Kerosene (Minyak Tanah) juga mengalami kenaikan +5,5% yang berasal dari peningkatan kebutuhan masyarakat (Operasi Pasar) maupun segi industri (IRT).

“Begitu juga Avtur (bahan bakar pesawat terbang) naik +9.9% dikarenakan aktivitas maskapai meningkat, sedangkan stok konsumsi LPG di Restoran dan perhotelan meningkat. Jadi stok LPG ditingkatkan hingga 23 %,” jelas  Febrian.

Febrian menambahkan, untuk melancarkan  distribusi BBM dan LPG selama periode natal dan tahun Baru 2019, Pertamina MOR VIII telah membembentuk Satgas BBM dan LPG.

“Satgas ini telah dibentuk sejak sejak tanggak 29 November 2018 lalu. Harapan kami dengan dibentuknya satgas dari jauh-jauh hari, agar persiapannya bisa lebih baik lagi,” harap Febrian. [ayu/loy]