BPS Beri Warning Terkait Perkembangan Tingkat Inflasi di Dua Kota IHK di Papua

0
53
Bambang Wahyu Ponco Aji, SST, M.Si

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Bambang Wahyu Ponco Aji SST, M.Si., Kepala Bidang Statistik DistribusiBPS Papua mengungkapkan bahwa perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi tahun kalender di Kota Jayapura pada bulan Oktober sebesar 3,83 persen dan inflasi year on year (Oktober 2018 terhadap Oktober 2017) sebesar 6,10 persen.

Sedangkan inflasi tahun kalender Merauke di bulan Oktober 2018 sebesar 2,19 dan inflasi year on year (Oktober 2018 terhadap Oktober 2017) sebesar 3,46 persen.

Terkait dengan kondisi inflasi tersebut, kata Bambang Wahyu Ponco Aji, menjadi warning bagi pemerintah, terutama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

“Karena kalau kita melihat, biasanya di Bulan Nopember dan Desember itu yang terjadi adalah inflasi. Sehingga kalau tidak dijaga dengan baik, bias jadi inflasi di Papua secarav year on year akan jauh diatas target inflasi nasional, yaitu 3,5 ±1 persen,” ungkapnya saat merilis berita resmi statistic di kantornya, Kamis (1/11/2018).

Dan bila yang terjadi di bulan Nopember dan Desember 2018 adalah sama dengan kondisi inflasi di bulan yang sama Tahun 2017, menurutnya, inflasi di Papua akan mencapai 6,01 persen.

Dengan kondisi inflasi tersebut cenderung tinggi, yakni jauh diatas target inflasi nasional3,5 ±1 persen.

“Jika inflasinya terlalu tinggi, bias membahayakan bagi perekonomian, dan bila terlalu rendah menandakan perekonomian tidak tumbuh, atau perekonomian lesu,” jelasnya.

Karena itu, inflasi perlu dijaga agar stabil, yakni agar berada di level target nasional  3,5 ±1 persen.

“Apa yang perlu diantisipasi, mungkin pemerintah perlu meningkatkan koordinasi,” jelasnya.

Seperti Tahun 2017 lalu itu yang berhasil menurunkan harga bawang putih yang harganya melonjak sangat tinggi.

Namun demikian, bila dapat dijaga dengan baik, dalam hal ini untuk Bulan Nopember dan Desember 2018 bisa deflasi, maka bisa saja inflasi Papua akan stabil di kisaran 3,5 ±1 (yoy).

Sementara itu, dibandingkan dengan Bulan September 2018,  inflasi Kota Jayapura Bulan Oktober adalah 0,36 persen, dan untuk Merauke mengalami deflasi sebesar 0,47 persen.

Factor dominan yang mempengaruhi inflasi, untuk inflasi di Kota Jayapura tejadi akibat kenaikan harga barang dan jasa yang disebabkan oleh angka indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,59 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,02 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,32 persen.

Untuk di Merauke, penurunan harga barang dan jasa disebabkan oleh penurunan angka indeks pada kelompok pengeluaran barang dan jasa, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,33 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,49 persen; dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 3,24 persen.[yat]