Inflasi di Papua Tinggi Dikarenakan Angkutan Udara, TPID Turun Tangan

0
394
Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua Joko Supratikto
Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua Joko Supratikto

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Joko Supratikto menyebutkan peningkatan inflasi di Papua di Tahun 2018 cukup tinggi hingga mencapai 4,8 persen atau lebih tinggi dari target nasional yakni, 3,5 persen, sementara untuk Kota Jayapura mengalami inflasi 1,3 persen.

Untuk menekan tingginya Inflasi di Papua,  Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua turun tangan langsung dengan melakukan rapat khusus dengan pihak Maskapi beberapa pecan lalu.

“Kami sudah melakukan rapat khusus dengan pihak Maskapai. Dalam pertemuan itu ada beberapa yang disepakati yakni, adanya ekstra flight maupun menambah ukuran pesawat. Tujuannya agar benar-benar mengurangi tekanan inflasi, terutama harga tiket pesawat,” kata Joko kepada wartawan Ruko Dok II Kota Jayapura-Papua, Selasa (4/12/2018).

Menurut Joko, selain penerbangan, pihaknya juga melakukan kesepakatan dengan pihak komuditas ikan pada Festival Ikan di Biak. “Kami melihat Komuditas Ikan di  Biak salah satu pemasuk ikan di Kota Jayapura. Ini yang diharapkan agar nantinya mengurangi tekanan harga ikan tetap normal, baik itu di Biak maupun di Kota Jayapura,” katanya.

Bahkan dalam waktu dekat akan melakukan operasi Pasar di Kota Jayapura untuk memantau bahan-bahan kebutuhan dasar melalui yang dinamakan pusat informasi pangan harga strategis.

“Operasi sidak ini akan dilakukan menjelang natal dan tahun baru bekerjasama engan TPID dan Satgas Pangan. Artinya, bila menemukan penyimpangan-peyimpangan maka akan dilakukan tindakan hukum,” tukasnya.

Upaya lain yang dilakukan,  tambah Joko, Bank Indonesia bakal mengadakan pasar murah. “Kami akan mengadakan pasar murah di Taman Imbi Jayapura pada tanggal 13-15 Desember 2018 nanti,” pungkas Joko. [ayu/loy]