Natal dan Tahun Baru, Kebutuhan Uang Kartal di Papua Diprediksi Meningkat 160 Persen

0
41
Kepala KPw BI Papua, Joko Supratikto bersama pimpinan perbankan di Kota Jayapura saat member keterangan pers, Selasa (4/12/2018)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dibandingkan dengan Tahun 2017, kebutuhan uang kartal menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 diprediksikan meningkat 160 persen.

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua, Joko Supratikto kepada awak media di Jayapura, Selasa (4/12/2018).

“Untuk tahun ini, menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru 2018 perbankan termasuk 7 kas titipan tersebut memproyeksikan kebutuhannya sebesar Rp. 4.494.743.000.000,00,” ungkapnya.

Dipaparkan, kebutuhan uang kartal tersebut naik sebesar  160 persen, yaitu sebesar Rp. 1.446.293.498.000,00 dibandingkan tahun sebelumnya.

“Untuk Uang Pecahan Besar (UPB)  mencapai 82 % yaitu sebesar Rp. 3.701.550.000.000,00 dan Uang Pecahan Kecil (UPK) sebesar 18 % yaitu sebesar Rp. 571.738.000.000,00,” paparnya.

Untuk kebutuhan Uang Pecahan Kecil (UPK) mengalami peningkatan permintaan sebesar 17%.

“Dengan demikian diharapkan mampu membantu dalam menstabilkan harga karena kenaikan harga suatu barang juga dipengaruhi oleh kelangkaan Uang Kartal (khususnya Uang Pecahan Kecil) untuk pengembalian dalam bertransaksi,” jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan uang kartal tersebut, Bank Indonesia Provinsi Papua telah menyiapkan Uang Kartal sebesar Rp. 5.420.053.002.000,00 dengan Uang Pecahan Besar (UPB) sebesar RP. 4.992.218.550.000,00 dan Uang Pecahan Kecil (UPK) sebesar Rp. 428.344.452.000,00.

“Pendistribusian dari Bank Indonesia Provinsi Jayapura ke perbankan dan 7 kas titipan di Pulau Papua sudah dilakukan sejak pertengahan Bulan November 2018 kemarin, sehingga diharapkan kebutuhan uang kartal pada waktu menjelang natal dan tahun baru 2018 bisa terpenuhi semua,” ujar Joko Supratikto.[yat]