Papua Butuh Benih Kopi dan Kakao Bersertifikat

0
133
Caption : Para peserta yang serius mengikuti kegiatan Bimbingan teknis penyediaan benih tanaman penyegar. Foto : Sony/PapuaSatu.com
Caption : Para peserta yang serius mengikuti kegiatan Bimbingan teknis penyediaan benih tanaman penyegar. Foto : Sony/PapuaSatu.com

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Untuk menghasilkan produksi Kopi dan Kakao yang unggul dan berkualitas, Dinas Perkebunan Provinsi Papua menggelar kegiatan bimbingan teknis penyediaan benih tanaman penyegar, khususnya kopi dan kakao.

Ir.Asterius Sinaga,MM, Sepala Seksi   Benih Tanaman Penyegar Dirjen Perkebunan salah satu narasumber  pada  kegiatan  tersebut mengatakan, kegiatan bimbingan teknis bagi petugas dan penangkar benih ini sangat penting, sebab kualitas produksi kopi dan kakao sangat ditentukan  kualitas benih yang ditanam.

Dikatakan,pengembangan potensi kopi dan kakao di Papua sangat menjanjikan dan butuh  benih bagus yang  bersertifikat.  “ Sebab hasil produksi itu 60% ditentukan benih,40 %nya factor pemeliharaan,”katanya kepada papuasatu.com,kemarin.

Dengan pembekalan ini, petugas dan penangkar benih ada kesamaan persepsi  bagaimana menyediakan benih unggul dan bersertifikat, yang pada gilirannya dapat menghasilkan produksi kopi dan kakao unggul dan berkulitas.

“ Para peserta selain diberikan teori juga ada praktek langsung di lapangan, yaitu di Balai Benih di Besum,Kabupaten Jayapura, agar  peserta benar-benar  mengusai ilmu dan prakteknya,’’ katanya.

Sedangkan nara sumber melibatkan Direktorat Perkebunan, Balai Besar Surabaya yang selama melakukan masalah sertifikasi dan pengawasan benih  serta  Balitri yang selama ini meneliti tentang benih kopi dan kakao  disamping Dinas Kehutanan  Provinsi Papua.

“Rapat teknis  ini dilakukan setiap tahunnya untuk mengedukasi petugas di lapangan, sebab  selain  masalah teknis, juga ada aturan-aturan yang perlu diketahui,”katanya.

Kegiatan diikuti 65 peserta dari petugas dinas dan para penangkar benih kopi dan kakao  dari  10 kabupaten daerah sentra-sentra produksi kopi dan kakao.   Antaralain, Kabupaten Pegunungan Bintang, Jayawijaya, Lanny Jaya,Dogia (petani kopi).

Sedangkan untuk Tanaman Kakao dari Nabire, Keerom,Sarmi,Kabupaten Jayapura, Timika dan Kabupaten Yapen (petani Kakao), berlangsung sejak tanggal 7 sd/8 Desember di salah satu hoteldi Jayapura. [sn/sony]