Tahun 2018, Jumlah SMK yang Bekerjasama dengan Honda Jadi Empat

0
73

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Astra Honda Motor (AHM) selaku produsen sepeda motor Honda di Indonesia, selain mengembangkan bisnis penjualan sepeda motor, juga berupaya memberikan perannya di dunia pendidikan.

Dalam hal ini, AHM bersama Astra Motor main dealer di wilayah-wilayah yang ada di seluruh Indonesia, menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah menengah kejuruan (SMK) yang ada.

Dan untuk di Papua, yang sebelumnya ada tiga SMK, yaitu SMK Negeri 3 Jayapura di Kotaraja, SMK Negeri 1 Sentani, dan SMK Negeri 1 Kaimana, di akhir Tahun 2018, jumlah SMK yang menjalin kerja sama dengan AHM bertambah satu lagi, yaitu SMK Santo Antonius Merauke.

Manager Teknical Service Astra Motor Papua, Harry Pranata bersama Manajer Honda Customer Care Astra Motor Papua, Raja Hasayangan, mengungkapkan bahwa kerjasama tersebut adalah untuk dapat meningkatkan kompetensi para siswa di SMK, terutama pada jurusan otomotif.

Sehingga lulusan SMK bisa memiliki kompetensi atau keahlian yang siap diterima di dunia usaha, terutama di jaringan Astra Motor baik di bidang mekanik maupun bisnis, serta siap bila hendak menjadi wirausaha.

“Sekarang ada tiga di SMKN 3 Jayapura, SMKN 1 Sentani, dan SMKN 1 Kaimana. Dan di akhir tahun ini ada penambahan di ujung timur Indonesia ini, yaitu SMK Santo Antonius Merauke,” ungkapnya sat ditemui PapuaSatu.com di kantornya, Rabu (31/10/2018).

Dimulainya kerjasama atau Memorandum Of Understanding (MoU) dengan SMK Santo Antonius Merauke, ditandai dengan pendandatanagan kerjasama antara AHM (Astra Honda Motor), Astra Motor Main Dealer yang ada di Jayapura, pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Provinsi Papua, di SMK Santo Antonius Merauke, Selasa (30/10/2018).

Dalam penandatanganan MoU tersebut dihadiri langsung oleh General Manager Corporate Communication AHM, Wedijanto Widarso yang menyerahkan donasi berupa dua unit sepeda motor untuk dipakai praktikum para siswa.

MoU denagn SMK tersebut, diantaranya bertujuan  untuk meningkatkan kompetensi siswa di sekolah kejuruan, terutama yang berhubungan dengan seped motor.

Sehingga tamatan SMK jurusan otomotif diharapkan  bias menguasai keahlian sebagai mekanik, dan secara bisnis mereka bias mengelola bengkel, sehingga bisa masuk ke wirausaha, seperti membuka bengkel sendiri.

Dalam pelaksanaannya, PT Astra Motor selain membantu dalam melengkapi peralatan (tools) ruang praktikum, juga memberikan pembekalan kepada guru yang akan mengajarkan tentang teknis dan bisnis sepeda motor Honda kepada para siswanya.

“Sarana dan prasarannya sudah oke, guru-gurunya kita sertifikasi. Jadi ada pelatihan kepada guru,” ungkapnya.

Dan untuk merangsang semangat para siswa untuk lebih giat belajar tentang teknik dan bisnis sepeda motor Honda, Astra Motor juga mengelar kompetisi.

“Dan untuk siswa ada kompetisi dari astra motor untuk menilai siapa the best-nya diantara mereka yang dilakukan mulai tingkat sekolah, wilayah (main dealer) hingga pusat di Jakarta,” ungkapnya lagi.[yat]