15 Jenazah Karyawan PT Istaka Karya Dievakuasi ke Timika

0
348

WAMENA, PapuaSatu.com – 15 jenazah yang ditemukan Satgas TNI/Polri di Puncak Kabo, dipastikan akan dievakuasi menggunakan Helicopter TNI AD ke Timika untuk proses identifikasi di RS Caritas Timika.
Untuk keperluan olah TKP dan proses evakuasi, Hari Kamis (6/12/2018) pukul 08.00 WIT Dir Reskrim Um Polda Papua Kombes Pol Tony Harsono, S.Ik. M.Si bersama tim menuju TKP.
“Para korban akan dievakuasi ke Timika karena tidak memungkin dievakuasi ke Wamena karena factor cuaca,” ungkap Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs. AM Kamal, SH melalui siaran persnya, Kamis (6/12/2018) siang.
Kata Kabid Humas, para keluarga korban yang sudah berada di Wamena akan diterbangkan ke Timika dengan menggunakan pesawat milik TNI AU.
Di RSUD Caritas, sambungnya, tim Forensik Pusdokkes Polri dan tim Forensik FK Uncen telah melakukan persiapan untuk melakukan identifikasi terhadap para korban.
“Untuk keluarga korban yang telah berada di Wamena akan diterbangkan ke Timika dengan menggunakan Pesawat CN milik TNI AU dan selanjutnya akan diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya masing-masing,” ujar Kabid Humas.
Sekedar diketahui, kelompok kriminal bersenjata pimpinan Egianus Kogoya telah melakukan pembantain terhadap para karyawan PT Istaka Karya sebanyak 24 orang yang melakukan pekerjaan jembatan di Distrik Yal dan Distrik Yigi.
Dan setelah dilakukan penyisiran oleh aparat gabungan TNI dan Polri dengan kekuatan 149 personil, mendapati 16 korban meninggal, 15 korban di Puncak Kabo dan 1 korban anggota TNI di Pos 755/Yalet di Distrik Mbua.
Selain itu juga menemukan 12 orang yang berhasil melarikan diri saat berjalan kaki dari tempat kejadian.
12 orang tersebut, masing-masing, 6 orang tukang baangunan Puskesmas (Jhon Tandi (45); Yulaman Manggi (26); Selpianus Marli (35); Siman (24); Yulius Samon (25); dan Novianus (18).
Dua orang lagi merupakan tukang bangunan SMP, atas nama Makbul (40) dan Saleh (28).
Serta empat orang karyawan PT Istaka Karya atas nama Martinus Sampe (23) yang memgalami luka tembak di kaki kirinya, Jem Rajaguguk (31); Jefrianto (20) mengalami luka tembak di pelipis kiri; Ayub (21) karyawana PT Istaka Karya (mengalami luka serpihan di kepala dan luka ditangan kanan dan kiri);
“Selain itu, personel gabungan TNI/Polri mendapati pos TNI yang berada di Distrik Mbua telah hancur yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata,” ungkap Kabid Humas.[yat]