Ini Cerita Lengkap dari Kapolda dan Pangdam Tentang Pembantaian Karyawan PT Istaka Karya di Nduga

0
3504
Situasi evakuasi jenazah korban pembatanaian oleh KKB di Bukit Kabo, Kabupaten Nduga (foto/dok)

TIMIKA, PapuaSatu.com – Untuk memaparkan di hadapan awak media terkait kasus pembantaian karyawan PT Istaka Karya di Kabupaten Nduga oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin,M.Si bersama Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua P. Sembiring menggelar jumpa pers di Hanggar Bandara Mozes Kilangin Timika, Jumat (7/12/2018) pagi.

Diawali dengan pernyataan Pangdam, bahwa terkait tentang kejadian di Nduga, Panglima TNI memerintahkan agar melakukan operasi perbantuan kepada Polri, dengan cepat, tepat dan terukur.

“Oleh karenanya dengan pertimbangan cuaca dan medan yang ada, serta hambatan-hambatan yang dilakukan oleh KKB, maka TNI mengirimkan pasukan 1 SSK, dan 4 helycopter,” ungkap Pangdam.

Kapolda Papua dalam kesempatan tersebut menceritakan mulai awal kejadian pembantaian terhadap karyawan PT Istaka Karya yang pada Mingu (2/12/2018) masih simpang siur terkait ada penembakan ataupun ada penyanderaan.

“Kemudian hari Senin (3/12/2018) dengan ijin Panglima Kodam, personil TNI/Polri yang ada di Wamena untuk dikirim ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), dari Kodim Jayawijaya dan Polres  Jayawijaya dengan jumlah 25 orang personil berangkat dengan menggunakan mobil,” cerita Kapolda.

Namun  di tengah jalan masyarakat menghentikan personil, sehingga  personil kembali, karena dari informasi masyarakat kekuatan anggota saat itu tidak seimbang dengan KKB.

“Berdasarkan laporan ini, Polda Papua meminta bantuan dari Kodam XVII Cenderawasih untuk mengerahkan anggota TNI/Polri yang ada di wilayah Jayawijaya untuk bergabung dengan anggota TNI/Polri yang tergelar di Wamena,” lanjut Kapolda.

Lebih lanjut lagi Kapolda mengisahkan bahwa, kemudian pada Hari  Selasa (4/12/2018) pagi 149 personil gabungan TNI dan Polri berangkat menuju ke TKP yang diperkirakan  berada di Distrik Mbua, dengan mengunakan 25 unit kendaraan.

Hari itu juga,  personil gabungan TNI/Polri menemukan karyawan 4 orang PT. Istaka Karya, dan 6 orang masyarakat dan berhasil diamankan. Dengan bantuan heli MI milik TNI, korban tersebut dievakuasi dari Distrik Mbua, Kabupaten Nduga ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Setelah berhasil mengamankan 4 karyawan PT Istaka Karya dan 6 orang warga tersebut, baru diperoleh keterangan secara pasti cerita kejadian yang sebenarnya.

“Bahwa pada tanggal 1 Desember 2018 karyawan PT Istaka Karya yang berada di camp berjumlah 28 orang. Saat yang bersamaan ada kegiatan masyarakat bakar batu,  beberapa karyawan PT. Istaka Karya turut ikut bakar batu, acara bakar batu dimulai dari jam 09.00 Wit s/d 15.00 WIT,” papar Kapolda.

Selesai acara bakar batu, KKB pimpinan Egianus Kogoya mendatangi camp dan seluruh karyawan yang ada di camp dikeluarkan dan diperintahkan untuk diikat.

Karyawan tersebut digiring sampai ke kampung Karunggame. Dikarungame mereka bermalam dengan kondisi tangan terikat.

Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin,M.Si bersama Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua P. Sembiring saat menggelar jumpa pers di Hanggar Bandara Mozes Kilangin Timika, Jumat (7/12/2018)

“Pada hari Minggu (2/12/2018) sekitar jam 8 pagi, seluruh karyawan yang disandera ini diperintah untuk berjalan mengarah  ke Puncak Kabo,” cerita Kapolda.

Selama 2 jam perjalanan di lereng bukit Kabo, para sandera diperintahkan untuk berbaris dan jongkok, sedangkan KKB melakukan tarian perang dan mengeksekusi satu persatu karyawan PT Istaka Karya.

3 orang korban yang masih hidup, terlalu cepat melarikan diri, karena KKB belum jauh. Sehingga KKB melakukan pengejaran ketiga orang tersebut tertangkap dan dieksekusi di tempat  dengan menggunakan parang.

Setelah itu, ada 8 orang yang masih hidup dan berupaya menyelamatkan diri. Namun dua orang ternyata tertangkap lagi oleh KKB dan langsung dieksekusi.

“6 orang lagi berhasil melarikan diri berbeda arah, 4 orang berhasil selamat atas nama, Jimmy Aritonang, Martinus sampe, Ayub, dan Jefriyanto, dengan kondisi 3 orang luka tembak. Untuk Jimmy dalam keadaan sehat. Sedangkan 2 orang lagi atas  nama Simanjuntak dan  Hutagaol diperkiarakan masih hidup dan sampai saat ini masih belum ditemukan keberadaannya,” papar Kapolda.

Korban yang selamat tersebut berlindung dengan berjalan kaki ke Pos TNI Yonif 755/Yalet di Mbua.

Dan Pada Senin (3/12/2018) sekitar pukul 05.00 WIT, Pos Yonif 755/Yalet diserang, mendapat serangan dari KKB dengan tameng masyarakat. Yang mana, masyarakat juga ikut melempar dengan batu dari semua arah pos, dan kemudian terjadi penembakan.

Dalam peristiwa di Pos, Serda Handoko terkena tembakan dan meningal dunia, dan Pratu Sugeng yang juga tertembak, mengalami luka-luka.

Kontak tembak pun terjadi pada  hingga malam hari sekitar pukul 21.00 WIT. Kontak tembak berhenti karena hujan deras.

Dan setelah dilakukan penyisiran oleh pasukan gabungan TNI/Polri, pada Rabu (5/12/2018)  terjadi kontak tembak. Pada kontak tembak tersebut, anggota Brimob atas nama Bharatu Hidayat terkena tembakan dari KKB pada tangannya. Pesawat helicopter yang didatangkan untuk melakukan evakuasi personil maupun karyawan PT Istaka Karya dan masyarakat juga tertembak.

“Untuk saat ini, sudah 9 jenazah yang sudah terindentifikasi, 7 dalam perjalannan dari Pos Mbua ke Timika dan 3 belum ditemukan. Dan 2 orang yang diperkirakan masih hidup dan belum ditemukan atas nama Simanjuntak dan Hotagaol,” papar Kapolda lagi.

Untuk proses penangkapan dan penegakan hukum terhadap KKB, Panglima TNI dan Kapolri juga telah memerintahkan agar TNI  memback up sepenuhnya kepada Polri dalam menangkap KKB dan memproses serta dilajukan ke persidangan.

“Kami mohon dukungan dari masyarakat Indonesia untuk 3 jenazah yang sedang dalam proses pencarian dan 2 dua karyawan diperkirakan masih hidup agar segera ditemukan,” harap Kapolda.[yat]