Kunker ke Polres Keerom, Kapolda Papua Tekankan Netralitas Polri dan TNI

0
330
Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin berjabat tangan dengan hamba Tuhan dalam kunjungannya di Mapolres Keerom, Rabu (26/9/2018)

KEEROM, PapuaSatu.com – Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin menyempatkan diri melakukan Kunjungan Kerja (kunker) ke Polres Keerom, Rabu (26/9/2018).

Dalam kunjungan Kapolda, dilakukan dalam bentuk petemuan di Mapolres Keerom yang dihadiri Bupati Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM dan Ketua DPRD Keerom Syahabuddin, SP ini, dan Forkopimda Kabupaten Keerom lain serta personel TNI dan Polri.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Papua mensosialisasikan pentingnya pemilu damai dan menekankan netralitas Polri dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Menurut Kapolda Papua yang baru dilantik sebulan lebih ini, Pemilu 2019 merupakan pemilu yang mencatatkan sejarah, karena untuk pertama kalinya pemilihan legislatif, DPD maupun pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dilakukan serempak.

“Kontelasi dalam pemilu ini cukup besar, karena setiap partai harus memenuhi parliamentary thershold sebesar 4%,” ujar Kapolda saat memberikan sambutan dalam kunkernya di Polres Keerom, Rabu (26/9/2018).

Dijelaksan, bahwa dengan berlakunya ketentuan parliamentary threshold, yakni ambang batas perolehan minimal partai politik, kalau suatu partai tidak memenuhi perolehan suara 4 persen, berarti partai tersebut akan bubar.

“Ini berarti persaingan tiap partai cukup tinggi. Disini yang harus kita cegah agar hal-hal yang dapat mengganggu jalannya pemilu tidak terjadi,” tandasnya.

Untuk itu Kapolda Papua berharap seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta mengikuti dan mengawasi jalannya pemilu.

Dengan pengawasan yang ketat dari semua lapisan masyarakat maupun penyelenggara diyakini akan meminimalisir pihak-pihak yang berusaha bermain curang dalam pemilu.

Selain itu Kapolda juga mengingatkan kepada masyarakat untuk secara sadar dalam menggunakan hak konstitusional yang telah diberikan oleh negara. Hal itu untuk mencegah terjadi money politic (politik uang) yang dapat memenjarakan hak memilih dalam pemilu.

“Masyarakat harus sadar money politik itu bisa menciptakan gangguang dalam pemilu,” ujar Kapolda yang disambut tepuk tangan oleh masyarakat yang turut hadir.

Kapolda Papua juga mengingatkan kepada seluruh jajaran Polri yang ada di Papua untuk tidak mencampuri urusan pemilihan. Karena tugas Polri hanya mengamankan dan dilarang keras untuk turut serta apalagi ikut bermain mendukung salah satu calon.

“Saya juga menghimbau (personil Polri dan TNI) yang ditugaskan di TPS untuk tidak terlibat atau mencampuri urusan KPPS, itu bukan muhrim (tugas)–mu. Kalau bukan muhrim berarti haram,” tegas Kapolda.

Kepada anggota TNI maupun Polri yang bertugas di TPS, Kapolda memperingatkan untuk tidak coba-coba bertanya-tanya yang terkait proses pemungutan dan penghitungan suara.

“Apabila kepala KPPS yang meminta tolong karena adanya sejumlah gangguan yang dapat mengganggu jalannya pemilihan itu baru kalian boleh turun tanggan. Tapi kalau semua berjalan dengan aman, kalian cukup mengawasi saja,” ujar Kapolda.

Dalam kesempatan kunjungannya di Mapolres Kerom, Kapolda Papua juga meresmikan gedung pelayanan publik Parama Satwika dan Capel Oikumene milik Polres Keerom.[alf]