Empat Pilar Penunjang Operasi SAR di kabupaten Jayapura

0
38
Caption : Kasubdit Dukungan Operasi Nur Yahy saat menabuh Tifa sebagai tanda dimulainya Latihan SAR Daerah dan Uji Pelaksanaan Operasi SAR
Caption : Kasubdit Dukungan Operasi Nur Yahy saat menabuh Tifa sebagai tanda dimulainya Latihan SAR Daerah dan Uji Pelaksanaan Operasi SAR

SENTANI, PapuaSatu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jayapura genjot pelatihan pencarian, pertolongan daerah dan uji operasi pencarian mansuiaan saat bencana terjadi.

Latihan SAR Daerah (Latsarda) dan Uji Pelaksanaan Operasi SAR yang berlangsung yang dibuka langsung kasbdit dukungan Operasi Nur Yahya, pada Kamis 29 November 2018 ini lebih memprioritaskan kecelakaan pesawat udara bagi potensi SAR di Jayapura, Provinsi Papua.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Marsekal Madya TNI M. Syaugi, S.Sos, M.M., dalam sambutan yang dibacakan Kasubdit Dukungan Operasi Nur Yahya, menyambut baik atas pelatihan yang dikhususkan pada kecelakaan pesawat udara sebagai prioritas dalam penyelenggaraan Latsarda dan Uji Pelaksanaan Operasi SAR.

“Pencarian dan pertolongan (SAR) merupakan tugas bersama yang harus dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi. Sehingga tujuan misi SAR untuk menyelamatkan jiwa semaksimal mungkin dapat tercapai,” katanya.

Ia mengatakan, semakin luas tugas yang menjadi beban Basarnas maka semakin besar tuntutan masyarakat dalam keberhasilan operasi pencarian dan penyelamatan. “Kecelakaan kapal dan pesawat udara juga mendapat tambahan pelayanan SAR terhadap bencana dan kondisi membahayakan manusia,” ujarnya.

Nur Yahya mengatakan, dalam menyikapi tuntutan pelayanan SAR yang semakin tinggi, maka Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) berupaya untuk membenahi diri  dari waktu kewaktu sesuai dengan perkembangan yang terjadi.

Oleh karena itu, pembenahan-pembenahan yang perlu dikembangkan ada empat pilar pokok penunjang operasi SAR, yakni peningkatan kompetensi atau kemampuan personil, peningkatan sarana dan prasana SAR, koordinasi yang mantap dengan potensi SAR serta manajemen operasi SAR yang efektif.

“Semua itu dilakukan dalam upaya mempercepat response time, sehingga diharapkan korban kecelakaan dan bencana serta kondisi membahayakan manusia lebih banyak terselamatkan,” katanya.

Dalam mewujudkan cita-cita yang diharapkan, maka Basarnas melalui Kantor SAR Jayapura tidak dapat bekerja sendiri, mengingat terbatasnya kemampuan dan juga sumberdaya yang dimilikinya.

Untuk itu, ia berharap akan selalu berkoordinasi dan juga kerjasama dengan seluruh instansi maupun organisasi berpotensi SAR di wilayah Jayapura sangat diperlukan. “pelatihan yang dilakukan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan koordinasi dan operasional SAR, jika sewaktu-waktu diperlukan dalam operasi SAR sesungguhnya,” paparnya.

Iapun berharap dengan adanya pelatihan ini akan menambah pengetahuan, serta meningkatkan kemampuan koordinasi dan operasional SAR bagi potensi di daerah ini dalam melaksanakan operasi SAR pencarian dan penyelamatan terhadap korban kecelakaan pesawat udara.

“Saya sangat berharap agar saudara saat mengikuti latihan ini dapat dengan sungguh-sungguh dan mengambil manfaat dari kegiatan ini dengan tanpa mengabaikan keselamatan diri,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Jayapura, Putu Arga Sujarwadi mengatakan kegiatan latihan SAR daerah dan uji pelaksanaan operasi SAR di Jayapura dengan prioritas latihan kecelakaan pesawat udara ini diikuti 40 orang potensi SAR terdiri dari unsur TNI, AD, TNI AU, TNI AL, Polri baik itu anggota Brimob dan Polairud, serta perusahaan penerbangan dan anggota Rapi. [mi/loy]