Tiga OPD Kabupaten Jayapura Terancam Dana DAK Tidak Dicairkan

0
52
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jayapura, Subhan, S.E.,
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jayapura, Subhan, S.E.,

SENTANI, PapuaSatu.com – Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jayapura, Subhan,  S.E.,  menyebutkan ada tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak bisa mencapai 90 persen penyerapan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Dengan tidak dipenuhinya penyerapan DAK maka, terancam dana DAK tahap ketiga tidak bisa dicairkan.  Hal itu diketahui dalam hasi evaluasi yang dilakukan para OPD Pemerintah kabupaten Jayapura, dimana penyerapan DAk belum mencapai 90 persen. Bahkan tercatat dibawah dari 70 persen.

Ketiga OPD tersebut yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Youwari, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perhubungan (Dishub). Ketiga OPD ini diminta agar segera merealisasikan penyerapan DAK tahap kedua sekitar 90 persen yang telah ditentukan pada 15 Desember 2018 mendatang.

“Kami lakukan rapat evaluasi penyerapan dana DAK tahap kedua, sehingga bisa turun (dicairkan) dana DAK tahap ketiga tahun 2018 ini,” kata Subhan kepada wartawan usai kegiatan Rapat Evaluasi Penyerapan DAK Tahap II Tahun 2018, di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (31/10/2018) siang.

Dikatakannya, berdasarkan ketentuan untuk pencairan  DAK tahap ketiga, minimal realisasinya harus 90 persen baru bisa turun dana DAK tahap ketiga. Apalagi DAK hanya tiga tahap saja yakni, 25 persen tahap pertama, kemudian 45 persen tahap kedua dan 30 persen tahap ketiga.

Dimana tahap pertama 25 persen dicarikan kurang lebih Rp 23.411.000.000, terus untuk tahap kedua itu sekitar 45 persen dengan nilai uang Rp 40.862.000.000 dan tahap ketiga itu sekitar 35 persen dengan nilai uang sama seperti di tahap kedua senilai Rp 40.862.000.000, terangnya.

Untuk itu, Subhan berharap di awal bulan November 2018 nanti mereka sudah siap masukkan laporan penyerapannya. Sebab menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan adalah kegiatan fisik sehingga harus selesai.

“Ya, kita berharap awal November ini nanti sudah selesai semua karena batas waktu ketentuan 15 Desember 2018 mendatang. Bagi kami mungkin mereka masih bisa kalau batas waktunya hingga 15 Desember, namun bagi kami itu lebih cepat lebih bagus,” ujarnya.  [mi/tyi]