15 Jenazah Korban Pembantaian KKSB Ditemukan di Puncak Kabo

0
3864
Salah satu korban pembantai berhasil selamatkan diri, kini korban sedang mendapat perawatan intensif
Salah satu korban pembantai berhasil selamatkan diri, kini korban sedang mendapat perawatan intensif

Kabid Humas : Data Yang Didapatkan Terdapat 24 Orang Karyawan Yang Melakukan Pengerjaan Jembatan

WAMENA, PapuaSatu.com – Satgas Gabungan TNI/Polri yang berupaya melakukan pencarian para korban keganasan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB), yang juga dikenal sebagai Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Orgnisasi Papua Merdeka (TPN OPM), telah berhasil menemukan para korban.

Dari siaran pers pihak kepolisian melalui Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs. AM Kamal,SH menyatakan bahwa Satgas Gabungan TNI/Polri telah menemukan keberadaan 15 karyawan PT Istaka Karya yang dilaporkan dibantai di Puncak Kabo, Distrik Yal, Kabupaten Nduga.

Pada hari Rabu tanggal 5 Desember 2018, perkembangan situasi pasca penembakan terhadap para karyawan PT Istaka Karya yang terjadi di Kabupaten Nduga.

“Anggota gabungan TNI/Polri berhasil menemukan 15 orang jenazah korban penembakan di Puncak Kabo Distrik Yal,” ungkap Kabid Humas dalam siaran persnya yang diterima PapuaSatu.com, Rabu (5/12/2018) pukul 23.00 WIT.

Kata Kabid Humas, sementara para korban telah dikumpulkan di suatu tempat, karena situasi tidak dimungkinkan untuk dilakukan evakuasi.

“Para korban akan dievakuasi ke Wamena dan apabila cuaca tidak memungkinkan para korban akan dievakuasi ke Timika pada hari Kamis tanggal 6 Desember 2018,” ungkapnya lebih lanjut.

Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin dan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua P Sembiring saat melihat langsung kondisi korban yang telah berhasil dievakuasi ke Wamena mengunaan pesawat Helicopter milik TNI AD

Untuk Hari Rabu (15/12/2018), aparat Gabungan TNI/Polri telah berhasil mengevakuasi satu anggota TNI dalam kondisi luka tembak dan satu karyawan PT Telkomsel dalam keadaan selamat mengunakan Helicopter milik TNI AD.

“Pada pukul 16.08 WIT, telah tiba di Keneyam Kabupaten Nduga, Helicopter milik TNI AD untuk melakukan evakuasi anggota Brimob an Bharatu Wahyu (23) dan Irawan Maulana (22) karyawan telkomsel. Dan pada pukul 18.06 WIT, Helicopter tiba di Batalyon 756 Wimanesili dan selanjutnya Bharatu Wahyu dibawa ke RSUD Wamena untuk diambil tindakan medis,” paparnya.

Bharatu Wahyu, kata Kabid Humas, mengalami luka tembak di bagian lengan kanan, bahu kiri dan leher akibat baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mbua.

“Sehingga jumlah korban yang terkena luka tembak sebanyak 19 orang yaitu 15 korban meninggal dunia dan 3 terkena luka tembak serta 1 orang selamat yang telah dievakuasi pada hari Selasa tanggal 4 Desember 2018,” paparnya.

Untuk melakukan identifikasi para korban, Tim Kedokteran Forensik FK Uncen dan tim Forensik Pusdokkes Polri akan ke Timika.

Hingga berita ini dipublikasikan, menurut Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH, bahwa tim gabungan TNI Polri masih melakukan pencarian terhadap karyawan PT Istaka Karya lainnya.

“Karena dari data yang didapatkan terdapat 24 orang karyawan yang melakukan pengerjaan jembatan tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Kol. Jonatan Binsar P. Sianipar yang memantau langsung di Mako Yonif 756/WMS di Wamena mengatakan, bahwa tim gabungan TNI/Polri yang telah menemukan 15 jenazah korban pembantaian KKSB di Yigi, Nduga belum dapat mengevakuasi korban karena kondisi cuaca.

“Akan berusaha melakukan evakuasi secepatnya, namun semua tergantung cuaca. Kalau cuaca di Wamema bagus akan dibawa ke Wamena namun bila tidak akan dibawa ke Timika,” ujarnya.

Helicopter milik TNI AD yang mengevakuasi korban keganasan KKSB di Nduga

Dijelaskannya, pada saat yang sama telah ditemukan satu korban PT Istaka atas nama Jhony Arung telah ditemukan dalam kondisi lemas.

“Jhony Arung sudah berada di pos Mbua dan akan dievakuasi. Namun kondisinya sangat lemas,” ujar Danrem.

Ny. Egi istri dari Jhony Arung yang datang dari Makasar ditemani omnya tampak berulang kali mengucap syukur atas penemuan suaminya dalam kondisi hidup meskipun dalam keadaan lemas.

Berbeda dengan Ny. Hutagaol yang belum mendapat kabar tentang suaminya tampak menangis terus. Dia berharap Tim segera menemukan suaminya yang dikabarkan sempat melarikan diri ke hutan.[ws/yat/loy]