Dinas ESDM Papua Keluhkan Status CnC Kementerian

0
40
Caption: Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Papua, Fred James Boray.
Caption: Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Papua, Fred James Boray.

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Papua mengeluhkan status Clean and Clear (CnC) yang diterbitkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian terkait sehingga puluhan perusahaan tidak berekplorasi dengan baik.

Pelaksana tguas (Plt) Kepala Dinas ESDM Papua, Fred James Boray, mengatakan investasi yang berpotensi masuk di tanah Papua dipastikan tidak berjalan sesuai harapan karena ada sekitar 42 perusahaan pemegang CnC yang masa berlaku melakukan eksplorasi tinggal setahun.

Menurut James, sebagian besar CnC dilakukan sejak 2017 lalu. Dilain pihak, selain ada ketidakpastian waktu yang diberikan bagi perusahaan, mereka pun harus membayar semua hal yang diwajibkan.

“Kita sendiri di daerah tidak bisa dapat satu kepastian, karena masih menunggu CnC itu rampung. Sebab kalau pun pengusaha melakukan aktivitas, dikhawatirkan CnC tidak diberi padahal biaya sudah keluar banyak,” kata Plt Kadis ESDM Papua, Fred James Boray, saat kegiatan pembinaan dan pengawasan terpadu kepada pelaku usaha pertambangan, bersama Komisi VII DPR RI, di Jayapura, Rabu (7/11/2018).

Permasalahan lain, kata James, mengenai divestasi saham yang sampai ini menjadi momok bagi pemerintah provinsi dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Kami berharap ada pertimbangan dari Pemerintah Pusat melaui kementerian terkait yang hadir, karena pemda di Papua tidak bisa jalan sendiri tanpa dukungan pusat, Sebab kami di Papua berjalan cuma pakai kekuatan kami di Pemda,” ujarnya.

Dengan begitu, harapan kedepan ada pengusaha pemegang ijin usaha pertambangan yang sebelumnya melakukan eksplorasi, bisa segera berproduksi selayaknya PT. Freeport Indonesia.

“Untuk saat ini kami mohon kepada Kementerian ESDM Republik Indonesia bisa menyampaikan hal ini bahwa pemda butuh kepastian supaya bisa ada investasi di daerah ini,” kata James Boray. [piet]