Kontak Tembak di Nduga-Papua, Tiga Anggota TNI Gugur

0
246
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) dibawah pimpinan Egianus Kogoya kembali terlibat kontak tembak dengan pasukan TNI yang baru tiba di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga Provinsi Papua.

Kelompok KKSBN berulah saat anggota TNI sedang melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena- Mumugu di Kabupaten Nduga, pada Kamis (7/3/2019) sekitar pukul 08.00 WIT.

Ketiga anggota TNi tersebut tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum). Ketiga korban masing-masing bernama Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin dan Serda Siswanto Bayu Aji

Sedangkan dari pihak KKSB, satu orang yang belum diketahui ditemukan oleh personil TNI dalam keadaan tewas dan diperkirakan belasan lainnya juga tewas namun berhasil dibawa kabur teman-temannya.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring dalam siaran persnya mengatakan, jumlah personil TNI yang diserang 25 orang, sementara jumlah KKSB yang menyerang dengan senjata organik maupun senjata campuran diperkirakan antara 50-70 orang.

“Pasukan TNI Satgas Gakkum kekuatan 25 orang tersebut baru tiba di Distrik Mugi dalam rangka mengamankan jalur pergeseran pasukan,  tiba-tiba mendapatkan serangan mendadak oleh sekitar 50-70 orang KKSB bersenjata campuran, baik senjata standar militer maupun senjata tradisional seperti panah dan tombak,” ungkap Pangdam.

Dikatakan, meski tiga personil TNI gugur, namun pasukan terus berusaha melakukan perlawanan, sehingga berhasil menguasai keadaan, dan berhasil memukul mundur  kelompok KKSB sampai menghilang kedalam hutan belantara.

“Dari pihak KKSB, prajurit TNI berhasil merampas lima pucuk senjata milik KKSB (jenis masih dalam penyelidikan), ditemukan satu orang mayat (identitas dalam penyelidikan), dan diperkirakan setidaknya 7-10 orang anggota KKSB juga tewas namun mayatnya berhasil dibawa kabur oleh teman-temannya,” ungkap Pangdam lebih lanjut.

Pangdam mengatakan dua unit Hellycopter jenis Bell yang tiba pukul 15.00 WIT dari Timika untuk melaksankan evakuasi korban prajurit yang gugur, kembali mendapat serangan dari KKSB sebelum mendarat.

“Pasukan TNI pun membalas tembakan, sehingga helly berhasil mendarat dan proses evakuasi dapat dilaksanakan dalam keadaan aman,” jelasnya.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring dan seluruh jajaran Kodam XVII/Cenderawasih berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya para prajurit terbaik bangsa.

Pangdam mengatakan bahwa ketiga prajurit TNI tersebut telah gugur demi menjalankan tugas mulia untuk menegakkan kedaulatan bangsa.

“Mereka adalah pahlawan kusuma bangsa yang telah rela mengorbankan nyawanya demi menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Papua. Ini juga sekaligus membuktikan bahwa kelompok separatis bersenjata lah yang selama ini menjadi beban bagi masyarakat Papua. Mereka tidak segan membunuh aparat dan warga sipil yang tidak mendukung mereka,” kata Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring.

TNI, kata Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, akan terus mem-back up Polri dalam upaya penegakan hukum terhadap aksi-aksi kelompok bersenjata yang meresahkan masyarakat Papua.

“Kami tidak pernah dan tidak akan pernah mundur selangkah pun dalam menghadapi KKSB. Meskipun beberapa prajurit TNI – Polri  telah gugur dalam tugas, namun kami tetap berkomitmen untuk melindungi warga masyarakat Papua dari teror yang dilakukan KSB,” tegas Pangdam. [yat]