Serang Pasukan Gabungan TNI/Polri, Dua Angota KKB Tewas

0
235
Barang bukti yang berhasil diamankan tim gabungan TNI/Polri dari kontak tembak dengan Kelompok KKB di Lannya Jaya

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Setelah Hari Jumat (2/11/2018) sekitar pukul 13.00 WIT terjadi penembakan yang menewaskan tukang ojek atas nama Yanmar di Kampung Popome, Distrik Mukoni, Kabupaten Lanny Jaya, aparat gabungan TNI/Polri yang berupaya mengevakuasi jenazah dan berupaya melakukan pengejaran terhadap pelaku, mendapat serangan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kabid Humas Polda Papua, Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH saat ditemui wartawan di Hamadi, Sabtu (3/11/2018) mengungkapkan, kontak tembak antara pasukan gabungan TNI/Polri dengan KKB terjadi beberapa kali.

“Pada hari Sabtu (3/10/2018) sekitar pukul 06.00 WIT, tim gabungan TNI/Polri menuju tempat kejadian penembakan di Kampung Popome Distrik Mukoni Kabupaten Lanny Jaya untuk melakukan evakuasi korban penembakan yang masih dikuasai oleh KKB pimpinan Purom Wenda,” ungkap Kabid Humas.

Setelah satu jam perjalanan, Tim gabungan yang dipimpin Kapolres Lanny Jaya AKBP Tonny Ananda Swadaya, SH dengan tiga kendaraan mobil berhasil tiba di tempat kejadian dan langsung melakukan evakuasi jenazah an. Yanmar (38).

“Pada saat melakukan proses evakuasi jenazah korban kemudian tim gabungan ditembak dari arah ketinggian (Distrik Balingga), atas kejadian penembakan tersebut kemudian tim gabungan melakukan balasan tembakan,” lanjutnya.

Mobil yang tertembak oleh kelompok KKB di Lanny Jaya

Sekitar pukul 09.00 WIT tim gabungan berhasil memukul mundur KKB yang diketahui merupakan pimpinan dari Purom Wenda. Dalam kontak tembak pertama tersebut 1 orang angota KKB tewas.

Tim Gabungan TNI/Polri pun langsung melakukan penyisiran menuju kearah Distrik Balingga.

Kontak tembak pun terjadi lagi skitar pukul 10.00 WIT, di sekitaran area pintu angin Balingga. Dan saat tim gabungan TNI/Polri melakukan penyisiran, menemukan 1 orang KKB yang sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Dan sekitar pukul 14.00 WIT, tim gabungan kembali ke Tiom dengan membawa jenazah tukang ojek bersama sejumlah senjata maupun barang-barang lainnya milik KKB.

Dua orang anggota kelompok KKB yang meninggal dunia, diketahui bernama  Gomes dan Kulomabuk. “Kulomabuk  ini pernah terlibat penyerangan Polsek Pirime Tahun 2012,” jelas Kabid Humas.

Barang bukti yang diamankan tim gabungan, diantaranya berupa  1 pucuk senjata SS1 V1, No senjata 095393 dan 1 pucuk senjata Jungle/ US Carabine, No senjata 4350700 (rampasan dari Polsek Pirime Tahun 2012).

Selain itu,  juga berhasil mendapatkan 326 butir amunisi, yaitu terdiri  181 butir amunisi Kaliber 5,56 mm SS1 dan 7 magazen,  68 butir Amunisi Kaliber 7.62 Arsenal dalam rangkaian, 40 butir  Amunisi Kaliber 9 mm,  10 butir Amunisi Kaliber 3.0 mm dan 1 magazen,  8 butir amunisi hampa kaliber 5,56 mm, 4 butir amunisi Sofgan,  13 butir amunisi Kaliber 3,8 mm dalam 1 rangkaian,  dan 2 butir amunisi 7,62 mm (AK 47).

Aparat gabungan TNI/Polri juga berhasil mengamankan 3 buah HT, 2 buah Bendera Bintang Kejora ukuran 1×1/2 meter, 1 buah parang, 1 buah ketapel, 1 buah tas gendong, 1 buah kaos dalam, dan 1 buah teropong.

Akibat konta tembak yang terjadi, 2 unit kendaraan patroli milik Polres Lanny Jaya terkena tembakan pada bagian pintu depan sebelah kiri dan kaca bagian belakang pecah.

Untuk situasi di Kabupaten Lanny Jaya, kata Kombes Pol AM Kamal, situasi secara umum di Kota Tiom kondusif.

“Korban penembakan atas nama Yanmar telah dievakuasi ke RSUD Tiom untuk dilakukan tindakan  visum dan melakukan koordinasi dengan pihak keluarga untuk pemakamannya.

Untuk jumlah personil yang dilibatkan dalam pengejaran terhadap kelompok KKB, kata Kabid Humas, adalah sebanyak 2 SST gabungan TNI-Polri dengan  dipimpin langsung oleh Kapolres Lanny Jaya AKBP Tonny Ananda.[yat]