Pemuda GIDI Berani Menangkan Jiwa Bagi Kemuliaan Tuhan

0
35
Caption: Suasana natal Pemuda GIDI Papua Klasis Port Numbay di Jemaat Eden Entrop. Foto: Piet Balubun / PapuaSatu.com
Caption: Suasana natal Pemuda GIDI Papua Klasis Port Numbay di Jemaat Eden Entrop. Foto: Piet Balubun / PapuaSatu.com

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pemuda – pemudi Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Klasis Port Numbay melaksanakan berbagai kegiatan menyambut hari raya natal 25 Desember 2018 yang sudah di kemas dalam program gerbang natal pemuda tahun 2018.

Kader senior Pemuda GIDI Papua, Yarius Balingga, mengatakan pemuda GIDI berani mengadakan kegiatan gerbang natal tahun 2018 ini untuk memenangkan jiwa – jiwa kamu muda bagi kemuliaan nama Tuhan Yesus.

“Jadi, kegiatan gerbang natal pemuda GIDI Klasis Port Numbay dalam bentuk olahraga, KKR dan natal Pemuda untuk memenagkan jiwa – jiwa mengikuti Tuhan Yesus,” kata Yarius Balingga, dalam kesan dan pesan yang disampaikan pada natal pemuda GIDI Klasis Port Numbay di Kota Jayapura, Minggu (2/12/2018) malam.

Menurut Yarius, inti dari gerbang natal pemuda GIDI selama dua hari pada tanggal 1-2 Desember 2018 bahwa jiwa – jiwa yang sudah mengambil keputusan datang dan menerima Tuhan Yesus sebagai juruslamat itu sangat berharga di mata Tuhan.

“Kalau pemuda yang setia itu datang kepada Tuhan dan mengambil keputusan mengikuti Yesus bukan paksaan, tapi mengambil keputusan dari hati itu paling berharga,” ujarnya.

Yarius Balingga juga menyampaikan terima kasih kepada koordinator pemuda GIDI tingkat Klasis Port Numbay yang sudah merangkul seluruh pemuda untuk bersatu melaksanakan gerbang natal 2018.

“Kita bersyukur karena Tuhan sudah siapkan pemimpin yang bisa merangkul semua pemuda untuk bersatu membawa jiwa yang berharga kepada Tuhan Yesus, tingkatkan rasa persatuan dan kesatuan pemuda GIDI di tanah Papua,” kata Balingga.

Pembina Pemuda GIDI Klasis Port Numbay, Yulce Enembe, SH.,MH, mengatakan Tuhan Yesus lahir dari kandungan maria untuk menyelamatkan setiap orang yang percaya termasuk pemuda – pemudi GIDI di tanah Papua.

“Saya ingin menyampaikan bahwa ajak teman – teman yang lain dari dedominasi gereja mana saja kalau perlu bisa diselamatkan teman dekat entah itu dari mana saja boleh bawa supaya dengan acara natal pemuda seperti ini agar mereka juga bisa dapat bagaian untuk diselamatkan,” kata Yulce Enembe.

Menurut Yulce, tanah Papua ini tidak perlu orang pintar, orang hebat dan luar biasa tetapi Papua hanya perlu Tuhan Yesus Kristus untuk membawa perubahan di atas tanah Papua.

“Kegiatan natal Pemuda GIDI ini berarti dari tempat ini pemuda – pemudi harus bangkit, tidak boleh tinggal diam dan terus kibarkan panji Yesus diatas tanah Papua ini, kalau tidak kita akan tinggal begini terus,” ujarnya.

Untuk itu, kata Yulce, mulai hari ini pemuda GIDI harus bangkit dalam Tuhan untuk membangun negeri sendiri karena anak – anak muda adalah generasi penerus diatas tanah Papua.

“Boleh menilai fisik kami tidak baik tetapi dalam hati kami akan buktikan yang terbaik lewat puji – pujian, penyembahan dan kebaktian rohani seperti ini harus bangkit,” kata Enembe.

Istri Gubernur Papua ini juga berpesan agar rasa persatuan dan kesatuan satu sama lain harus pegang, jangan menciptakan yang tidak baik serta kekompakan dalam pemuda GIDI harus di tingkatkan.

“Sekali lagi Pemuda – Pemudi mulai sekarang harus bangkit di dalam kerohanian karena situasi globalisasi cepat mempengaruhi sehingga kegiatan kerohanian sudah mundur,” jelasnya.

Selain itu, Pemuda GIDI tidak gampang di pengaruhi minuman keras (Miras) supaya pemuda – pemudi tidak boleh mengikuti hal – hal negatif tetapi yang positif untuk kemuliaan nama Tuhan.

“Ingat kejahatan bertambah karena minuman keras, sehingga pertobatan perlu dilakukan bagi Pemuda – Pemudi GIDI, lebih khusus perempuan muda Papua harus jaga diri baik – baik agar mampu bersaing dengan saudara kita yang lain,” tegasnya. [piet]