Tipu Rp 83 Juta, Seorang Wanita Diringkus di Sulawesi Selatan

0
63
Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustaf R Urbinas didampingi Kasubid Humas Polres Jayapura Kota, Iptu Jahja Rumra saat member keterangan pers, Jumat (30/11/2018). (inzet : Tersangka DTG alias Desi)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Seorang wanita berinisial DTG (28) alias Desi diringkus di daerah Sulawesi Selatan, tepatnya di Kota Maros, setelah membawa kabur Rp. 83 juta dari penjualan mobil milik orang lain bernama Ansar.

DTG dilaporkan ke Polsekta Abepura pada 18 Oktober 2018 oleh korban atas nama Ny. Damaris, yang bertemu dengan tersangka Desi dan bertransaksi untuk pembelian satu unit mobil Daihatsu Terios Warna Silver Metalik PA 1684 RB di Hotel Cenderawasih Kotaraja pada 15 Oktober 2018.

Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustaf R Urbinas saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa tersangka Desi telah ditangkap di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan telah ditahan di Rutan Polsek Abepura untuk proses penyidikan di Polsekta Abepura.

“Dimana Saudari Desi telah mengaku kepada korban Ibu. Damaris bahwa 1 (satu) unit Mobil Daihatsu Terios Warna Silver Metalik PA 1684 RB yang saat ini disita oleh Penyidik Unit Reskrim Polsek Abepura sebagai barang bukti, Adalah miliknya yang telah dia beli dari seorang bernama ANSAR,” ungkap Kapolres.

Setelah dengan serangkaian cerita kebohongan, tersangka kemudian membujuk korban untuk membeli mobil yang diakui adalah sebagai miliknya tersebut.

Kata Kapolres, sebenarnya korban enggan untuk mengikuti keinginan tersangka Desi, namun karena uang dari pembelian mobil tersebut nantinya menurut tersangka Desi hendak dipakai untuk menutupi utangnya korban (NY. Damaris) yang sebelumnya dipinjam, sehingga korban mengiyakan permintaan tersangka.

Dan dengan pertimbangan lainnya, akhirnya terjadi transaksi, dan korban menyerahkan uang senilai Rp 83 juta kepada tersangka Desi.

Setelah tersangka menerima uang dari korban, ternyata langsung melarikan diri dan tidak kunjung kembali bekerja di Hotel Cenradawasih.

Dan setelah ditelusuri ternyata tersangka telah melarikan diri keluar daerah tepatnya ke daerah Maros Provinsi Sulawesi Selatan.

Kepada tersangka, aparat penyidik  menjerat dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.[yat]