
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pemerintah Provinsi Papua tetap membuka penerimaan CPNS formasi 2018 dengan menggunakan sistem online maupun offline.
Wakil Gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal, SE.,MM mengatakan proses seleksi penerimaan CPNS 2018 di Papua harus disesuaikan dengan konteks Otonomi Khusus (Otsus) yang diatur dalam UU nomor 21 tahun 2001.
“Jadi, apa yang Menteri PAN-RB bicara itu sudah benar tapi konteks Papua masih ada UU nomor 21 tentang Otsus sehingga sistem online dan offline tetap jalan artinya kita bersyukur Negara bisa melihat itu dengan baik,” kata Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE.,MM di Jayapura, Selasa (2/10/2018).
Menurut Klemen Tinal, Gubernur dan Wakil Gubernur merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat, sehingga apa yang disampaikan menjelaskan situasi yang dialami oleh daerah, untuk itu perlu adanya satu afirmasi.
“Jadi, saya kira apa yang disampaikan Pak Menteri PAN-RB itu benar tapi itu secara umum, kalau untuk hal lain harus disesuaikan dengan kondisi objektif di Papua karena Otonomi khusus yang bersifat afirmatif action, diskiminasi positif sehingga tidak perlu diperdebatkan,” ujarnya.
Terkait instruksi Menpan-RB, kata Wagub, Pemerintah Provinsi Papua tidak pernah melanggar aturan tetapi kebijakan yang diambil Pemprov Papua sesuai UU nomor 21 tentang Otonomi khusus karena bukan orang Papua yang minta Otsus tapi Negara kasih.
“Kami tidak boleh langgar aturan dan harus wajib hukum patuh itu adalah yang berhubungan dengan luar negeri, agama, yudikatif, keuangan dan keamanan itu yang tidak boleh karena dalam UU nomor 21 wajib hukum dijalankan daerah yang statusnya Otsus seperti Papua, DKI Jakarta, Aceh dan Jogja,” katanya.
Untuk itu ke depan penerimaan secara daring atau menggunakan sistem online akan tetap berjalan. Sedangkan yang manual juga di mana kebijakan pemerintah belum lama ini akhirnya memberikan kuota 91 khusus bagi Orang Asli Papua (OAP).
Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin mengatakan pelaksanaan pendaftaran CPNS 2018 secara online adalah perintah Undang – Undang. [piet]





![Ondoafi Kampung Tobati Laut Ajak Warga Dukung Program Pemerintah untuk Tingkatkan Kesejahteraan JAYAPURA, PapuaSatu.com – Ondoafi Kampung Tobati Laut, Hans Howa Ireeuw, mengimbau seluruh masyarakat adat Kampung Tobati untuk mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hans Ireeuw menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memperbaiki kualitas hidup masyarakat, khususnya di Kampung Tobati Laut. ”Berbagai inisiatif telah diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di bidang pangan, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, ” ujarnya saat sosialisasi program pemerintah pusat bersama warga Kampung Tobati, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, Jumat (26/9/2025). Ondoafi Hans Howa Ireeuw menjelaskan empat program utama yang memerlukan dukungan penuh masyarakat, antara lain: Program Makan Bergizi Gratis Program ini menjadi prioritas utama untuk memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, terutama saat berada di sekolah. ”Tujuannya adalah menunjang pertumbuhan anak, meningkatkan konsentrasi belajar, serta mencegah stunting dan gizi buruk,” jelas Hans Howa Hans kembali menjelaskan bahwa Pemeriksaan Kesehatan Gratis Layanan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam mewujudkan masyarakat sehat. “Masyarakat dapat melakukan deteksi dini penyakit dan memperoleh penanganan cepat tanpa biaya,” paparnya. Koperasi Merah Putih Koperasi ini menjadi tulang punggung penguatan ekonomi rakyat, yang mendorong semangat gotong royong dalam membangun ekonomi inklusif dan berkeadilan. Lbih lanjut disampaikn Hans Howa bahwa, program Sekolah Rakyat Program ini menghadirkan perubahan pendidikan dengan memberikan ruang bagi guru dan siswa untuk belajar secara kreatif, bebas berinovasi, serta fokus pada pengembangan karakter dan kompetensi. Untuk itu, ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kedamaian di tanah Papua. Ia mengimbau masyarakat Kampung Tobati Laut untuk tidak terlibat dalam aksi demonstrasi atau kegiatan yang dapat mengganggu keharmonisan. “Masyarakat Kampung Tobati Laut tidak perlu ikut demo atau palang-palang, kita hidup rukun dan selalu gotong royong,” tegasnya. Hans Howa Ireeuw juga menyampaikan rasa syukur atas perhatian serius pemerintah kepada masyarakat adat. Ia menilai program-program unggulan tersebut sangat penting dan mendasar dalam meningkatkan kualitas hidup warga. Ia mengajak seluruh masyarakat bersatu, saling mendukung, dan bersama-sama mewujudkan masyarakat Papua yang sehat, cerdas, mandiri, dan sejahtera menuju Indonesia Emas. “Bersama rakyat pemerintah kuat. Bersama pemerintah, rakyat berdaulat,” tutup Ondoafi Hans Howa Ireeuw. [loy] Caption : Ondoafi Kampung Tobati Laut, Hans Howa Ireeuw, saat foto bersama dengan warga Kampung Tobati, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, Jumat (26/9/2025).](https://papuasatu.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250926-WA0043-218x150.jpg)




