DP3A DAN KB Papua Gelar Pameran Hasil Kerajinan Tangan Perempuan Penyintas

JAYAPUR, PapuaSatu.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (DP3A DAN KB) Provinsi Papua menggelar pameran kerajinan perempuan penyintas untuk memperkenalkan kerajinan tangan perempuan Papua.

“Pameran hasil kerajinan tangan perempuan penyintas bukan hanya untuk memperkenalkan secara spesifik hasil kerajinan perempuan,” kata Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP MH dalam sambutannya yang dibacakan Kepala DP3ADAN KB Provinsi Papua, Anike Rawar dalam sambutannya pada pameran kerajinan perempuan penyintas di halaman kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (DP3A DAN KB) Provinsi Papua, Selasa (6/11/2018).

Dikatakan untuk mengantar karakter ekonomi perempuan dari tangan tradisional ke modern, mampu berkompetisi dari suku lain tanpa menghilangkan karateristik etnisnya. dimana hasil-hasil kerajinan tangan perempuan Papua, juga menjadi penanda etnis siapa perempuan Papua.

“Kalau kita bicara noken, berarti kita sedang bicara siapa itu perempuan Papua, kalau pakai gelang sarak dan gelang anyaman, berarti kita sedang menunjukkan eksistensi perempuan Papua,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Papua telah berkomitmen meningkatkan kerajinan tangan asli Papua melalui beberapa regulasi yang telah diterbitkan seperti perdasus nomor 18 tahun 2008 tentang perekonomian berbasis kerakyatan dan peraturan gubernur sementara dalam finishing.

Selain itu, pemerintah juga telah mengeluarkan Instruksi Gubernur nomor 3 tahun 2014 tentang gerakan melestarikan budaya Papua dan pangan lokal.

“Regulasi ini ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam menterjamahkan undang-undang otsus untuk melestarikan, mendorong, menfasilitasi semua upaya, semua usaha untuk keberlangsungan hidup manusia Papua,” Jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (DP3A dan KB) Provinsi Papua, Armin Waimuri,S.Sos mengatakan, pmaeran kerajinan perempuan penyintas diikuti enam kabupaten yakni Kabupaten Supiori, Kabupaten Kepualuan Yapen, Kabupaten Waropen, Kabupaten Narotali, Kabupaten Dogiyai dan Kabupaten Eksibil.

“Dengan adanya pameran ini dapat membantu meningkatkan pemahaman berwirausaha dan meningkatkan ekonomi keluarga tetapi juga dapat bersaing di dunia usaha,” ujarnya. [piet]