
JAKARTA, PapuaSatu.com – Kementerian BUMN berharap agar transaksi Divestasi 51 persen saham PT Freeport dapat diselesaikan atau kelar sebelum akhir tahun.
“Semoga kita bisa selesaikan transaksi Freeport Ini sebelum akhir tahun,” kata Menteri BUMN – Republik Indonesia Rini Sumarno kepada wartawan seusai menerima kunjungan Gubernur Papua Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, Sekda Papua Hery Dosinaen dan rombongan di ruang kerjanya, Rabu (14/11/2018) di Jakarta.
Direktur Utama PT Inalum (Persero), Budi Gunadi Sadikin, tidak dapat menyembunyikan rasa bersyukurnya dihadapan pers, karena pihaknya telah menerima kucuran dana. “Alhamduhillah kita sudah berhasil mendapatkan pendanaan sebesar USD 4 milliar. Minggu ini uang/dananya sudah masuk,” kata Budi.
Dikatakan, saat ini sesudah uang masuk. PT. Inalum tinggal menunggu beberapa perijinan dari Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup dan juga Kementerian Keuangan.
“Kita juga butuh bantuan dan tadi dibicarakan bersama dengan Pak Gubernur, supaya kepemilikan 10 persen dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Mimika bisa segera direalisasikan dalam bentuk BUMD, yang bisa menjadi pemilik bersama dengan Inalum di PT Freeport Indonesia,” jelasnya.
Lanjutnya, dari pihak Inalum, berharap dengan masuknya uang sudah selesai. Saat diakuinya ini tinggal beberapa perijinan yang oleh Freeport Indonesia harus peroleh dari Kementerian lingkungan hidup dan Kementerian ESDM.
“Kalau dari sisi Inalum dengan uang masuk minggu ini, kita sudah siap bertransaksi. Namun masih menunggu ijin dari beberapa Kementerian ESDM, Lingkungan Hidup dan Keuangan untuk Freeport. Jadi Freeport yang masih mengejar,” ujarnya.
Satu hal lagi yang masih ditunggu pihaknya yakni Pemerintah daerah harus bisa masuk bersama – sama dengan Inalum.
“Kita kan sudah siap akan tetapi kita butuh opsi/pilihan dari BUMD. Dimana untuk BUMD pada hari Senin (12/11/2018) sudah ada meeting di Kementerian Keuangan antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Mimika supaya cepat – cepat dibuat BUMD nya. Supaya bisa masuk bersama – sama Inalum ke PT Freeport,” kata Budi. [piet]










