
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Bertempat di Hotel Gamalama Abepura, Sabtu (24/11/2018), Pemuda Adat Papua menggelar rapat terbuka dan diskusi publik dalam rangka persiapan Kongres 1 Pemuda Adat Papua, yang diikuti sekitar 40 orang dari kalangan mahasiswa dan akademisi sebagai peserta.
Dengan menghadirkan empat orang pemateri, yaitu Yonas A. Nusi (anggota DPRP Pengangkatan Wilayah Saireri), Anton Raharusun (praktisi hokum) dan Yules Ongge (Mantan Ketua Komnas HAM RI), rapat dan diskusi tersebut mengambil tema “Otsus dan Freeport Milik Siapa?”, yang sekaligus menjadi topik utama diskusi.
Yulianus Dwa, SKM selaku Organizing Committee (OC) Kogres pemuda Adat yang diagendakan digelar awal Desember mendatang mengungkapkan, bahwa rapat dan diskusi tersebut disatukan, karena selain membahas persiapan kongres pemuda adat, juga menyikapi persoalan yang sedang jadi perbincangan yang sedang panas terkait pembagian saham PT Freeport.

“Mengingat Otsus baru berulang tahun pada tanggal 21 November lalu serta merespon pernyataan terakhir Pak Gubernur mengenai PT. Inalum yang beberapa waktu lalu ditolak,” tutur Yulianus.
Menurut Yulianus, Penolakan Gubernur atas proposal dari PT Inalum terkait pembagian saham PT Freeport, cukup mengejutkan pemuda adat, sehingga pihaknya merasa sangat perlu untuk mengelar diskusi, guna member masukan kepada pemerintah.
Yang mana, sejarah perjuangan untuk mendapat saham dari PT Freeport, tidak terlepas dari aksi demo Pemuda Adat di Jakarta untuk meminta agar 7 persen saham PT Freeport bias dimiliki Provinsi Papua.
“Kami berharap hasil diskusi ini dapat dikaji dan diterima oleh pemerintah dengan baik sehingga dapat menjadi acuan bagi pemerintah terutama kebijakan-kebijakan ini kami harap dapat menjadi tontonan kepada rakyat yang menarik itu bagian dari memberikan kepercayaan kepada rakyat,” paparnya
Mengenai Otsus sendiri, Yulianus mengaku bahwa Pemuda Adat sejauh ini lebih fokus melihat pasal-pasal yang tidak sesuai lagi.
“Semoga dapat menjadi perhatian untuk dapat segera direkrontruksi secara baik sehingga tidak menghilangkan subtansi dasar,” pungkasnya.
Yulianus menyebutkan, bahwa Kongres 1 Pemuda Adat Papua akan dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo, dengan memanfaatkan rencana kunjungan presiden yang informasinya akan dating lagi ke Papua pada Desember 2018.
“Kami berharap Pak Presiden bisa hadir, jikalau Pak Presiden pada bulan Desember mendatang bisa hadir. Tetapi bila tidak bias, ya mungkin akan diwakilkan,” ungkapnya.[ayu/yat]










