Inflasi Kabupaten Merauke Peringkat 1 Tingkat Nasional

Kepala BPS Papua, Simon Sapary
Kepala BPS Papua, Simon Sapary

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Badan Pusat Statistik Provinsi Papua merilis pada bulan November 2018 Inflasi Kabupaten Merauke menempati urutan pertama tingkat nasional dan Sulampua sebesar 2,05 persen.

“Jadi, Inflasi di Kabupaten Merauke pada bulan November 2018 sebesar 2,05 persen atau terjadi kenaikan angka IHK dari 136,70 pada Oktober 2018 menjadi 139,50 pada November 2018,” kata Kepala BPS Papua, Simon Sapary, dalam rilis berita resmi statistik di kantor BPS Papua, Dok II, Kota Jayapura, Senin (3/12/2018).

Menurut Sapary, Inflasi Kota Jayapura berada pada urutan ke – 3 di tingkat nasional dan Sulawesi, Maluku dan Papua sebesar 1,13 persen.

“Jadi, BPS Papua mencatat dua kota IHK di Provinsi Papua tercatat mengalami perubahan angka indeks yang sama dimana Kota Jayapura mengalami inflasi sebesar 1,13 persen atau terjadi kenaikan angka IHK dari 136,79 pada Oktober 2018 menjadi 138,34 pada November 2018,” ujarnya.

Dikatakan, faktor pendorong terjadinya inflasi di Kabupaten Merauke adalah kenaikan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditi antara lain, kangkung, udang basah, kacang panjang, bayam, cabai rawit, kol putih, daun kemangi, angkutan udara, cabai merah dan bunci.

“Komoditi yang mengalami penurunan harga diantaranya, gula pasir, telur ayam ras, daging ayam ras, bawang putih, beras, mujair, t-shirt, daging sapi dan mie kering instant,” ujarnya.

Dijelaskan, inflasi Kota Jayapura terjadi karena kenaikan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditi diantaranya, angkutan udara, mobil, ikan cakalang/sisik, ikan ekor kuning, cabai rawit, ikan kembung, tarif pulsa, besi beton, wortel dan bawang putih.

Sementara inflasi tahun kalender Kabupaten Merauke di bulan November 2018 sebesar 4,28 persen dan inflasi year on year (November 2018 terhadap November 2017) sebesar 5,29 persen.

“Untuk Kota Jayapura inflasi tahun kalender pada bulan November sebesar 5,00 persen dan inflasi year on year ( November 2018 terhadap November 2017) sebesar 7,40 persen,” kata Simon. [piet]