Dominggus Modouw : Bantuan Sembako dan BLT Kepada Masyarakat Kampung Waena Sudah Tepat Sasaran

Caption : Kepala DPMK Kota Jayapura Jakubus Itaar, S.Sos. M.Si didampingi kepala kampung Waena Dominggus , SH sedang memantau pembangunan rumah Ondoafi Kampung Waena, (27/08/2020).
Caption : Kepala DPMK Kota Jayapura Jakubus Itaar, S.Sos. M.Si didampingi kepala kampung Waena Dominggus , SH sedang memantau pembangunan rumah Ondoafi Kampung Waena, (27/08/2020).

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Kepala Pemerintah kampung Waena, Dominggus Modouw SH, menegaskan, pembagian sembako dan bantuan langsung tunai (BLT) yang berasal dari dana pusat sudah tepat sasaran, sekaligus proses pembangunan, pemberdayaan .

Pernyataan ini disampaikan Dominggus Modouw sekaligus meluruskan atas isu pemberitaan di beberapa media atas ketidak tranparansi penggunaan dana bantuan dari pusat yang diperuntukan kepada masyarakat.

“Kalau kami dibilang kurang transparan dalam penggunaan dana kampung, saya merasa kurang tepat karena apa yang pemerintah kampung lakukan terkait pembangunan, pemberdayaan, dan penggunaan-penggunaan dana bantuan dari pusat untuk masyarakat yang terdampak pandemik Covid-19 dalam bentuk sembako dan bantuan langsung tunai (BLT) juga kan sudah jelas, bahkan kami sudah sering memberitakan di berbagai media di Kota Jayapura,” ungkap Dominggus Modouwkepada PapuaSatu.com Minggu, 30 Agustus 2020.

Dominggus Modouw menjelaskan, penggunaan alokasi dana kampung ADK, anggaran dana desa DD tahun anggaran 2020 ini,  sudah dilakukan pemeriksaan dari badan pemeriksa keuangan Provinsi BPKP pada bulan Agustus.

“Untuk pemeriksaan dari BPKP dilakukan pada 06 Agustus 2020. Oleh karenanya masyarakat harus perlu ketahui bahwa perubahan anggaran pendapatan belanja kampung APBKamp dan untuk penyerahan dokumen RKPK dan APBKamp perubahan tahun ini kan baru kita serahkan pada tanggal 04 Agustus ke DPMK dan Inspektorat Kota Jayapura, sehingga ini masih baru kami sedang proses,” terangnya.

Dominggus Modouw berharap masyarakat perlu ketahui bersama terkait pelaporan sistem keuangan, karena sistem pelaporan penggunaan keuangan kampung pada tahun-tahun sebelumnya beda dengan sekarang melalui aplikasi yang disebut SISKEUDES.

“Sekarang ini kan menyangkut pelaporan penggunaan dana desa itu melalui aplikasi sistem keuangan desa SISKEUDES atau berbasis data base, jadi saya berharap masyarakat harus perlu simak baik-baik terkait hal ini. Jangan ikut terprovokasi dari orang lain atau media-media yang kurang bertanggung jawab, apa lagi sekarang ini ada banyak modus Hoax yang ujung-ujungnya mengandung informasi yang dapat merugikan banyak orang.

Untuk menanggapi bunyi pemberitaan dalam Minggu ini di salah satu media di Kota Jayapura, terkait keteransparan penggunaan dana kampung sebagai informasi publik bagi masyarakat kampung, pihaknya akan mencantumkan dalam bentuk baliho.  “Tujuannya agar semuanya jelas. Tapi kan sekali lagi ini baru kami laporkan perubahan anggaran tahun ini pada tanggal 04 Agustus kemarin,” harap Dominggus Modouw,.

Dominggus Modouw mengimbau kepada warga jika ada hal-hal yang menyangkut pembangunan kampung atau informasi-informasi penting lainnya tentang kampung, datang ke kantor kampung demi menjaga kecurigaan-kecurigaan lain. [miki/loy]