
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dalam situasi pandemic Covid-19, menuntut berbagai pekerjaan atau pembelajaran untuk dilakukan sitem jarak jauh atau online.
Kebutuhan akan jaringan data seluler pun meningkat drastis, sehingga keluhan muncul saat melakukan komunikasi menggunakan jaringan data, terutama bila dilakukan secara virtual atau video call maupun vide conference.
Seperti yang dialami seorang pelajar yang tidak bersedia namanya dipublikasikan, yang sedang menempuh pendidikan di salah satu SMP di Kota Jayapura yang mengeluhkan suara gurunya putus-putus, sehingga mebuatnya kesal.
Demikian juga yang dialami penulis dalam kesempatan beberapa kali melakukan video conference dengan narasumber, yang tidak bisa optimal akibat jaringan yang putus-putus.
Untuk menjawab keluhan terkait jaringan data Telkomsel tersebut, pihak Telkomsel sedang berupaya melakukan penambahan Base Transceiver Station (BTS) berteknologi 4G di semua daerah di Indonesia, tak terkecuali di Kota Jayapura.
“Penambahan BTS di Provinsi Papua pada tahun 2020 ini ditargetkan lebih dari 450 BTS baru, dan untuk Kota Jayapura ditargetkan mendapat penambahan sekira 40 BTS baru selama tahun 2020 ini,” ungkap Heri Suryanto, Manager Network Service Telkomsel Branch Jayapura, saat dikonfirmasi papuasatu.com, Senin (31/8/20).
Dikatakan, bahwa di wiayah Kota Jayapura saat ini Telkomsel telah menyiagakan lebih dari 1.000 BTS yang siap menunjang pembelajaran online, dimana sebanyak lebih dari 400 unit BTS sudah berteknologi 4G.
“Saat ini kondisi jaringan di wilayah Kota Jayapura dalam kondisi optimal,” ungkapnya.
Dikatakan, Telkomsel juga telah melakukan sejumah aktivitas optimalisasi teknis jaringan dengan fokus di wilayah area residensial.
“Aktivitas teknis lain yang sudah dilakukan Telkomsel antara lain meliputi optimalisasi perangkat seperti antena jaringan, balancing dan upgrade kapasitas spektrum besar yang dimiliki Telkomsel, seperti frekuensi 900, 1800, 2100, dan 2300 Mhz termasuk pemanfaatan teknologi 4.9G dan Massive MIMO, agar cakupan layanan broadband Telkomsel lebih maksimal dan dapat diakses kapanpun, terutama saat kondisi trafik komunikasi berbasis data yang cukup padat,” terangnya.
Jika ada keluhan, pihaknya menyediakan sejumlah kanal untuk menerima pengaduan pelanggannya, yang kemudian akan ditindaklanjuti oleh petugas call centre memastikan posisi dan mengecek di lapangan.
“Pelanggan dapat menghubungi melalui Call Center 188, layanan virtual assistant melalui aplikasi MyTelkomsel, website www.telkomsel.com, LINE @Telkomsel, Facebook Messenger ‘Telkomsel’, dan Telegram @Telkomsel_official_bot, Twitter @Telkomsel maupun email cs@telkomsel.co.id. Petugas Call Center kami akan dengan senang hati menanyakan lokasi pelanggan Telkomsel, untuk kemudian dilakukan pengecekan kepada tim terkait keluhan tersebut,” ungkapnya.
Untuk secara nasional, Telkomsel sedang mempersiapkan tambahan 23.000 BTS 4G, sebagai konsistensi dalam memperluas pemerataan infrastruktur guna mendukung konektivitas gaya hidup digital.
“Telkomsel juga menerapkan teknologi terbaru dalam pengembangan infrastruktur jaringan BTS 4G LTE untuk menambah kapasitas dan kecepatan,” ungkapnya lagi.[yat]










