
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kepala Perum Bulog Papua dan Papua Barat, Ahmad Mustari mengultimatum para pedagang maupun mitra Bulog untuk tidak menjual beras SPHP melampaui dari harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditentukan Rp11.800/kg.
Bagi pedagang yang nakal yang suka mengambil keuntungan berlebihan maka pihak Perum Bulog akan melaporkan oknum tersebut ke pihak Satgas Pangan Polda Papua untuk menindak sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Menghindari permainan harga beras cadangan pemerintah ini kami bekerjasama dengan Satgas Pangan, jadi saya harap para pedagang maupun mitra kami sendiri taat pada aturan sehingga masyarakat dapat membeli beras dengan harga yang terjangkau,” jelasnya kepada Wartawan di Jayapura Kamis (4/4/2024).
Ia juga meminta bantuan kepada masyarakat bila menemukan pedagang yang menjual beras CBP diatas harga Rp11.800/kg agar langsung melapor ke kantor Bulog.
“Ini akan sangat membantu kami untuk terus mengawasi harga di pasaran, jadi kalau masih ada juga yang mengabaikan imbauan ini siap-siap berurusan dengan satgas pangan untuk diproses lebih lanjut,” jelasnya.
Kata Ahmad Mustari, penyaluran beras SPHP hingga April 2024, sebanyak 4.645 ton. Sedangkan untuk ketersediaan stok beras saat ini yang ada digudang sebanyak 18.873 ton, dan rencana masuk 12.000 ton secara bertahap yang di datangkan dari Sulawesi dan Jawa Timur.
“Ya untuk stok tidak perlu khawatir, saya pastikan aman untuk 3 bulan kedepan untuk gula pasir dan minyak goreng kami juga ready banyak di gudang, jadi aman,” ujarnya. [tania/red]










