
Yahukimo, PapuaSatu.com – Tim Peduli Siep-Asso wilayah Distrik Mugi dan Yogosem menggelar Musyawarah Distrik dan Seminar Sehari, Senin (14/07/2025).
Kegiatan tersebut melibatkan dua Kepala Distrik dan 27 Kepala Kampung serta seluruh lapisan masyarakat yang terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, okoh perempuan, tokoh pemuda, tokoh intelektual.
Dari pantauan PapuaSatu.com, pegelaran musyawarah di buka langsung kepala distrik Mugi, Welinton Siep bertempat di Gereja baru jemaat Rehobot Hitugi Distrik Mugi.
Ketua Tim peduli Siep-Asso Distrik Mugi-Yogosem, Toni Matuan, S.sos, menyampaikan banyak terimakasih kepada masyarakat yang sudah datang mengikuti kegiatan seminar sehari malam ini semoga Tuhan Yesus memberkati.
Sementara Ketua Tim, Toni Matuan mengatakan, bahwa pihaknya mengadakan musyawarah dan seminar sehari ini lebih penting untuk mengikuti kegiatan demi masa depan Siep-Asso Mugi-Yogosem.
“Moment saat kegiatan musyawarah ini tujuan penting bagi masyarakat Siep-Asso di wilayah Mugi-Yogosem, bagimana pentingnya Siep-Asso yang akan mendatang untuk pertahankan wilayahnya untuk keutuhan menjaga bersama,” ujar Toni.
Dikatakan, dalam moment ini telah memasukan beberapa hal penting yang disusun, salah satunya masalah pendidikan yang saat ini baik terutama dalam proses belajar mengajar bagi para generasi muda.
“Kami menyarankan kepada pemerintah Kampung masing-masing 27 kepala kampung harus membiayai 2 anak untuk disekolahkan, demi masa depan Siep-Asso cerdas,” ujarnya.
Ditempat yang sama, perwakilan mahasiswa, Henius Asso, menegaskan bahwa masa depan anak-anak harus mangambil prinsip untuk harus sekolah demi masa depan mereka.
“Dengan situasi saat ini maka kami secara tegas bahwa daerah kami tidak ada oknum lain yang masuk untuk menempati daerah kami, dan kamipun tidak ijinkan wilayah Siep-Asso, dari Herawe,Hetang dan Yitugup,” katanya Henius
Sementara itu, dia menegaskan juga tidak boleh ada peeran minuman beralkohol serta obat terlearnag seperti nakoba dan sejenis lainnya. “Kalau ada yang konsumsi, Pemerintah kampung dan pihak gereja ambil tindakan tegas,” pungkasnya.
Menurut Henius, Miras dan narkoba akan menghancurkan masa depan generasi muda kabupaten Yahukimo. “Jadi kami minta, jika ada yang mengkonsumsi atau menjual maka harus diproses secara hukum,” tegasnya.
Ia juga meminta agar tidak ada Non organik dan datang membangun pos TNI-POLRI di wilayah mereka. “Wilayah Kami di Distrik Hugi ini semua aman tidak masalah. Jadi kalau ada pos pos di wilayah maka ruang gerak kami tidak nyaman karena ada militer seperti di Kurima,” katanya. [loy]










