
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Keputusan dukungan Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) ) Provinsi Papua yang tergabung dalam Batak Bersama Mari-Yo (BBM) tidak bisa diganggu gugat untuk siap memenangkan pasangan nomor urut 2, Mathius D Fakhiri-Aryoko Rumaropen pada PSU 6 Agustsus 2025 nanti.
Dukungan Batak Bersama MARI-YO tidak hanya sekedar memberikan dukungan akan tetapi telah dilakukan berbagai evaluasi dan koordinasi dari sejumlah pengurus KMB, ketua ketua Marga baik di tingkat Provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota.
Wakil Ketua I Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) Provinsi Papua yang juga Ketua KMB Kabupaten Jayapura, Sihar Tobing mengatakan, pihaknya tidak ingin saling membantah apa yang telah disampaikan beberapa perwakilan masyarakat Batak yang memberikan dukungan kepada pasangan nomor urut 01 BTM-CK.
Namun Sihar Tobing menegaskan, bahwa saat ini di bawah kepengurusan yang sah selaku Wakil Ketua I KMB Provinsi Papua dan sejumlah pengurus KMB serta Ketua-ketua Marga di Provinsi Papua telah menyatakan sikap memberikan dukungan penuh kepada pasangan Nomor urut 02 Mathius D Fakhiri-Aryoko Rumaropen untuk memenangkan Pilgub pada PSU 6 Agustus 2025 nanti.
Dukungan ini itu karena dianggap pasangan Mari-Yo merupakan pasangan yang layak memimpin Provinsi Papua selama lima tahun ke depan, mempunyai pemimpin yang tidak tempramen, sangat rasional, sangat familiar dengan masyarakat dan mempunyai jiwa kepemimpinan yang ingin membangun Papua kea rah yang lebih baik.
Untuk itu, Sihar Tobing mengajak seluruh masyarakat Batak di Provinsi Papua untuk memberikan hak pilihannya pada 6 Agustus nanti dan menciptakan rasa nyaman dalam melaksanakan PSU nantinya.
“Jangan saling mengklaim ini yang sah itu yang sah. Semua Sah kok, Silahkan saja, semua masyarakat batak di Provinsi Papua harus menggunakan hak pilihnya ke depan,” ujar Sihar Tobing dalam keterangan pers didampingi Ketua BBM, Mardin Manurung dan para ketua-ketua marga se Kota Jayapura, pada Selasa (22/07/2025).
Sihar Tobing mengakui bahwa sebelumnya, KMB Papua memberikan dukungan kepada calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua BTM-YB. Pernyataan dukungan itu disampaikan pada bulan Oktober 2024 lalu.
Namun sejak ada keputusan MK bahwa Yeremias Bisay selaku wakil dari Calon Gubernur Papua, Benhur Tommy Mano digugurkan maka peta dukungan belum diputuskan karena harus melakukan evaluasi mengenai arah dukungan.
“Sejak ada keputusan dari Mahkamah Konstitusi ada perubahan, sehingga kami melakukan koordinasi dengan ketua KMB Papua yang diketuai pak Ronal Panjaitan guna menyikapi dukungan karena perubahan Yeremias yang digantikan Constant Karma,” ujarnya.
Secara organisasi, kata Sihar Tobing, harus dibicarakan lagi. “Ketika itu saya undang ketua-ketua punguan, dan penasehat terkait dinamika ini. Tujuannya untuk menyatakan sikap, tapi hanya beberapa yang hadir ketua Marga,” ujarnya.
Kemudian hasil dinamika dan hasil koordinasi terhadap Kerukunan Masyarakat Batak Provinsi Papua mengambil keputusan untuk memberikan dukungan kepada pasangan Calon nomor urut 2, Mathius D Fakhiri-Aryoko Rumaropen yang dibentuk Batak Bersama Mari-Yo (BBM).
“Dukungan ini bukan hanya sekedar ininsiatif pengurus akan tetapi dukungan masyarakat batak di kabupaten/Kota se Provinsi Papua. Komunitas BBM ini hasil kajian dan ide dari komunitas masyarakat Batak di Papua. Sehingga kami menganggap bahwa ini sah dan bulat memberikan dukungan penuh kepada pasangan Mari-Yo,” tukasnya.
Secara kepengurusan KMB Provinsi Papua, Sihar Tobing menegaskan bahwa secara aturan kepungurusan sah sesuai keputusan organisasi dan terdaftar di KemnkumHam. “Saya tegas kembali bahwa pernyataan saya untuk dukungan Deklrasi kepada Mari-YO sah dan Legal. Kalau ada yang dibilang illegal, illegal yang mana?. Kami ini pengurus KMB yang asli dan terdaftar di KemnkumHam,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Batak Bersama Mari-Yo (BBM) Provinsi Papua, Mardin Manurung mengatakan, sebelumnya KMB Papua memberikan dukungan kepada pasangan BTM-YB. Namun setelah PSU maka arah dukungan mengalihkan kepada pasangan Mari-Yo.
Dukungan itu, tegas Mardin, karena melihat perkembangan dinamika saat ini bahwa Papua membutuhkan figure pemimpin yang nusantara, pemimpin yang tegas, fisionir dan humanis.
Oleh karena itu, masyarakat Batak di Provinsi Papua yang bernaung didalam Batak Bersama Mari-Yo sudah menyatakan sikap memenangkan Mari-Yo pada PSU Nanti.
Hanya saja, tegas Mardin, bahwa pernyataan beberapa kelompok masyarakat batak pada tanggal 20 Juli bahwa dukungan tidak berubah kepada BTM-CK. Itu tidak ada, karena semua dukungan ada di pasangan Mari-Yo.
“Yang ada di sana relawan Horas. Itu silahkan saja dan kami tidak permasalahkan apa yang mereka kerjakan karena kami dari BBM punya prinsip tidak mempermasalahkan apa yang mereka kerajakan karena bagi kami hak politik setiap warga batak,” ujarnya.
Namun, lanjutnya, ia menyesali karena pada saat melakukan deklarasi dukungan kepada pasangan Mari-Yo, pihak dukungan dari BTM-CK menyatakan Deklrasi itu tidak sah.
“Ini sangat tidak Fair dan ini pandangan yang sangat keliru. Keabsahan sebuah organisasi jelas. Seluruh adminstrasi kami BBM diketahui oleh pengurus KMB Provinsi Papua, bahkan sudah mendapat persetujuan dari Ketua KMB Papua. Untuk tandatangan saja, sampai rela Sekretaris KMB membawa berkas kepada Ketua KMB Papua untuk di tanda tangani lalu dari sudut pandang mana kalau mereka bilang keberadaan kami tidak sah,” ujarnya.
Mardin mengungkapkan bahwa, perbedaan pendapat dalam hal memberikan pilihan tidak dipermasalahkan namun BBM kali itu solid dan bersatu untuk siap memenangkan pasangan Mathius Fakhiri-Aryoko Rumaropen. [loy]










