
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Ketua DPW PKS Papua Suherman angkat suara terkait pemberitaan tentang adanya politisi PKS yang mengalihkan dukungan ke pasangan calon lain.
Menanggapi hal tersebut, Suherman mengaku tidak ingin terjebak oleh hegemoni media yang mencatut nama partai meskipun itu hanyalah bersifat pribadi atau oknum.
Justru pihaknya menilai bahwa pencatutan nama Partai adalah bentuk kekhawatiran terhadap kuatnya solidaritas kader dan masifnya kerja-kerja pemenangan struktural di semua tingkatan untuk pasangan MARIYO.
“Sejauh ini kita tidak pernah secara resmi menarik dukungan dari MDF-AR. Jadi pesan itu kita anggap sebagai wujud kekhawatiran terhadap kekuatan solidaritas seluruh kader untuk memenangkan MARIYO,” ujar Suherman saat ditemui di Kantor DPW PKS Papua, Selasa (29/07/2025).
“Dan yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita fokus untuk memenangkan pasangan calon MARIYO. Saya kira itu yang terpenting,” tambahnya.
Disamping itu, pria yang akrab disapa Bang Her juga menambahkan bahwa setidaknya ada tiga pesan yang ingin disampaikan menjelang pemungutan suara ulang pada 06 agustus mendatang.
Pertama, bahwa kader PKS tetap tegak lurus bersama MARIYO. Kedua, PKS fokus memperkuat solidaritas struktural, kader dan pejabat publik untuk mengawal basis suara untuk kemenangan MARIYO.
Selanjutnya, PKS saat ini tetap fokus pada program pemenangan dan terlibat aktif dalam konsep dan turun langsung, bahkan PKS mendapat tugas khusus pengawalan suara sampai tuntas.
“Jadi Kader PKS selama ini selalu tegak lurus. Artinya bahwa kalau itu kader pasti akan selalu konsisten memenangkan MARIYO dan tidak pernah melaksanakan sesuatu di luar intruksi partai,” ungkapnya.
Adapun informasi yang beredar mengatasnamakan PKS medukung paslon lain. Suherman merasa pesan tersebut sekedar mengkonfirmasi bahwa adanya rasa kekhawatiran terhadap PKS yang terus solid dan kerja tuntas PKS untuk MARIYO.
Bahkan pihaknya menilai aurah kemenangan semakin terasa untuk pasangan MARIYO sehingga berbagai cara pun dimainkan untuk menggiring opini hingga PKS dianggap mengalihkan dukungan padahal tidak pernah sama sekali.
“Semua ini adalah tanda tanda kemenangan MARIYO, apalagi dengan masifnya pasangan calon turun sosialisasi di masyarakat dan partai koalisi terus melakukan konsolidasi pemenangan. Disamping itu, masih ada 20% pemilih yang belum menentukan sikap sehingga kami optimis bisa merebut kemenangan,” pungkas Suherman. [redaksi]










