
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Buntut menurunnya kualitas jaringan seluler maupun data di sejumlah wilayah di daerah Papua bagian Selatan yang selama ini dilayani PT. Telkom mengalami penurunan kualitas.
Hal itu diakibatkan putusnya fiber optik pada Sistem Koneksi Kabel Laut (SKKL) ruas Sorong-Merauke, dan putusnya kabel fiber optic Palapa Ring Timur akibat longsor ruas Nabire – Kigamani.
Mengingat urgensinya jaringan komunikasi dalam berbagai aktifitas kehidupan masyarakat maupun perkantoran, Mahasiswa, Masyarakat dan Komunitas Ojek Online di Merauke menggelar aksi demo ke Kantor PT Telkom Merauke, Kamis (21/08).
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, S.I.K., M.M. bersama General Manager PT Telkom Papua, Bapak Anthonius Joko Sritomo, serta Kasat Binmas Iptu Baktiar Syarif, S.I.Kom, turun langsung menenangkan massa.
“Kami memahami aspirasi yang disampaikan. Silakan menyuarakan pendapat, namun tetap dengan cara yang tertib dan tidak anarkis,” ujar Kapolres.
Perwakilan massa yang terdiri dari unsur pimpinan organisasi mahasiswa, koordinator lapangan, komunitas ojek, dan masyarakat kemudian menyampaikan aspirasi serta tuntutan mereka secara bergantian.
Tuntutan tersebut dituangkan dalam catatan dan surat pernyataan, yang ditandatangani oleh GM PT Telkom Papua.
Ada enam tuntutan utama yang disampaikan massa, antara lain pemulihan jaringan internet maksimal tiga hari, pertanggungjawaban PT Telkom terkait kabel optik sesuai janji tahun 2023, transparansi penggunaan APBN untuk Telkom, pengembalian kompensasi kuota internet dan IndiHome, audit forensik PT Telkom difasilitasi Polres Merauke serta pemecatan Kepala PT Telkom wilayah Papua.
Pihak Telkom menyampaikan bahwa pemulihan jaringan dalam tiga hari tidak memungkinkan untuk dilakukan.
Namun demikian, sebagai langkah konkret, Telkom berkomitmen melakukan backup jaringan di empat titik strategis, yaitu di Kantor Kominfo Kabupaten Merauke, area Kantor Bupati Merauke, pangkalan ojek depan Kodim, dan kawasan Libra.
Dalam aksi demo yang sempat ricuh, dilaporkan tiga personel kepolisian mengalami luka, yakni IPTU Abdul Majid, Aipda Jufri, dan Aiptu Jumali.
Kepolisian Resor (Polres) Merauke bersama Satuan Brimob Yon D Pelopor Merauke pun berhasil mengawal dan mengamankan jalannya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat di Kabupaten Merauke.
Polres Merauke tetap mengantisipasi potensi lanjutan aksi massa, termasuk ancaman terhadap kantor Telkom, guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Merauke.
Hingga Kamis (21/08) sore hari, situasi dilaporkan berlangsung aman dan kondusif.[yat]










