
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Peringatan Maulid Nabi atau peringatan hari lahir Nabi Muhammad,SAW yang diperingati tanggal 12 Rabiul Awal 1447 H, diperingati imat Islam pada umumnya.
Salah satunya adalah digelar pengurus Masjid Istiqomah, Kotaraja Grand, Abepura, Kota Jayapura, Kamis (4/9/25) malam, yang dihadiri Wakil Walikota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru,MM.
Didampingi Kepala Inspektur Kota, Muklis Karim, Wakil Walikota Jayapura menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat Kota Jayapura, khususnya jamaah Masjid Istiqomah Kotaraja Grand dan umat Islam yang hadir.
Wakil Walikota, Rustan Saru dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukurnya, karena situasi Kota Jayapura dalam keadaan kondusif, di tengah ketegangan secara nasional yang diwarnai demo anarkis di Jakarta dan berbagai daerah lainnya.
“Pesan saya adalah, ini Kota Jayapura adalah kota yang majemuk, berbagai macam suku bangsa ada di kota ini,” ungkapnya didepan ratusan umat Islam yang juga dihadiri para santri dari Ponpes Modern Darussalam Koya Barat.
Rustan Saru mengajak untuk bersama menjaga dan merawat kota yang diistilahkan sebagai miniaturnya Indonesia, karena kemajemukan suku, agama, ras dan golongan yang tinggal di ibukota Provinsi Papua tersebut.
“Ayo kita jaga kerukunan antar umat beragama di lingkungan masing-masing,” anaknya.
Wakil Walikota Jayapura juga meminta, terutama kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur pimpinan organisasi masyarakat, pemuda, perempuan, dan lain-lain, untuk dapat menyampaikan kepada jamaah atau anggotanya agar tidak mudah terprofokasi oleh oleh isu-isu atau informasi yang tidak benar atau hoax yang sengaja disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Rustan Saru juga mengajak umat Islam Kota Jayapura, khususnya jamaah yang hadir pada acara tersebut untuk meneladani Rosulullah Muhammad, SAW dalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan sekitarnya.
Dalam acara Maulid Nabi Muhammad, SAW tersebut, penceramah dari Ponpes Modern Darussalam Koya Barat, Ust. Dr. Muhammad Sidiq Purnomo,M.Pd menyampaikan agar umat Islam dapat mencintai dan meneladani Nabi Muhammad, SAW yang diutus Alloh,SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta.
Dikatakan, mencintai Nabi Muhammad, SAW merupakan salah satu implementasi dari keimanan, yang adalah puncak dari nikmat sebagai umat Islam.
“Perjuangan Nabi Muhammad, SAW dalam mensyiarkan agama Islam penuh dengan tantangan dan goncangan,” ungkapnya.
Tidak sedikit yang berupaya menghalangi dengan berbagai cara dan bahkan membenci Nabi Muhammad, SAW.
Hal itu, kata Ust Sidiq, menjadi pelajaran, bahwa meskipun apa yang kita lakukan atau katakan, meskipun itu sebuah kebaikan, belum tentu semua orang suka.[yat]










