Pemprov Papua Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur dan Pengendalian Banjir di Muara Tami-Kota Jayapura

Caption : Kepala Bidang Fisik Prasarana Bappeda Papua, Alva Novalius Kapisa,ST., MKP saat meninjau lokasi pembangunan Infrastruktur dan Normalisasi sungai serta pembangunan saluran irigasi di Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Selasa 14 Oktober 2025.
Caption : Kepala Bidang Fisik Prasarana Bappeda Papua, Alva Novalius Kapisa,ST., MKP saat meninjau lokasi pembangunan Infrastruktur dan Normalisasi sungai serta pembangunan saluran irigasi di Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Selasa 14 Oktober 2025.

‎JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pemerintah Provinsi Papua menetapkan pembangunan infrastruktur dasar dan pengendalian banjir sebagai prioritas utama untuk Kota Jayapura pada tahun anggaran 2025.

‎Fokus pembangunan ini terutama ditujukan ke wilayah Muara Tami dan Koya Barat, yang tengah berkembang pesat sebagai kawasan permukiman baru dan kini pembangunan Infrastruktur.

‎Kepala Bidang Fisik Prasarana Bappeda Papua, Alva Novalius Kapisa, ST., MKP menjelaskan bahwa persoalan banjir menjadi tantangan utama di Jayapura yang harus segera diatasi.

‎“Kami akan mempercepat pembangunan jalan, drainase, dan normalisasi sungai sebagai upaya konkret mengurangi risiko banjir,” kata Alva Kapisa, Selasa (15/10/2025).

‎Dikatakan, Salah satu proyek utama adalah normalisasi sungai sepanjang dua kilometer di Koya Barat, yang dikenal sebagai kawasan rawan banjir akibat kondisi rawa dan curah hujan tinggi.

Caption : Kepala Bidang Fisik Prasarana Bappeda Papua, Alva Novalius Kapisa,ST., MKP saat meninjau lokasi pembangunan Infrastruktur dan Normalisasi sungai serta pembangunan saluran irigasi di Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Selasa 14 Oktober 2025.
Caption : Terlihat Excavator saat melakukan normalisasi Sungai di Koya Barat Distrik Muara Tami Kota Jayapura.

‎Selain itu, pemerintah juga akan melakukan peningkatan jalan sepanjang 300 meter serta pembangunan drainase sepanjang 500 meter.

Pengerjaan jalan akan dimulai dengan pengecoran beton, kemudian dilanjutkan dengan pengaspalan pada tahun berikutnya, menyesuaikan ketersediaan anggaran.

“Kita mulai dengan beton agar lebih tahan lama. Pengaspalan akan menyusul,” tambah Alva Kapisa.

‎Seluruh proyek ini akan didanai dari Dana Tambahan Infrastruktur dan APBD Provinsi Papua, dengan masing-masing proyek bernilai di bawah Rp1 miliar.

‎Pemerintah berharap, prioritas pembangunan ini dapat memberikan solusi berkelanjutan terhadap banjir sekaligus menghadirkan akses infrastruktur dasar yang layak bagi warga Jayapura. [loy]