
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dua perempuan asal Sentani, Papua, menorehkan prestasi membanggakan dengan menduduki jabatan strategis di institusi TNI Angkatan Darat dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Keduanya kini menyandang pangkat perwira menengah dan menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya perempuan Papua.
Mereka adalah Kolonel Chk (K) Yuliana Rosario Yoku, S.H., yang saat ini menjabat sebagai Kakumdam XV/Pattimura, serta Kombes Pol. Dr. Nona Pricilla Ohei, S.I.K., S.H., M.H., yang kini menjabat sebagai Kabid Humas Polda Kepri.
Keberhasilan keduanya menembus posisi strategis di institusi yang selama ini didominasi laki-laki menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Papua.
Mereka dinilai sebagai representasi perempuan Papua yang mampu bersaing dan memimpin di tingkat nasional.
Kolonel Yuliana Rosario Yoku, yang akrab disapa Anna, sebelumnya dikenal sebagai sosok perempuan pertama yang bertugas sebagai Komandan Rayon Militer (Danramil) Arso di Kabupaten Keerom, wilayah perbatasan RI–Papua Nugini.
Ia juga menjadi salah satu dari sembilan prajurit Korps Wanita TNI AD (Kowad) yang pernah menjabat sebagai Danramil di satuan kewilayahan TNI AD.
Dalam penugasannya di wilayah perbatasan yang memiliki dinamika tinggi, Anna tidak hanya menjalankan pembinaan teritorial, tetapi juga aktif dalam patroli bersama Satgas Pengamanan Perbatasan.
Ia menunjukkan bahwa perempuan juga mampu menjalankan tugas-tugas berat demi menjaga kedaulatan negara.
Menjaga kedaulatan bangsa adalah tekad utama. TNI berasal dari rakyat, berjuang untuk rakyat, dan harus selalu menjunjung tinggi jati dirinya. Itu yang menjadi semangat juang bagi sosok Anna Yoku.
Kini, sebagai Kakumdam XV/Pattimura, ia bertanggung jawab dalam pembinaan dan penyelenggaraan fungsi hukum militer, termasuk pemberian bantuan hukum kepada prajurit dan keluarganya.
Ia juga terus mendorong penguatan semangat nasionalisme, persatuan, dan kontribusi nyata dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sementara itu, Kombes Pol. Nona Pricilla Ohei juga menunjukkan perjalanan karier yang tak kalah inspiratif.
Lahir dan besar di Sentani, Kabupaten Jayapura, ia meniti karier dari latar belakang sederhana dengan penuh disiplin dan kerja keras.
Sebagai perwira Polri, Nona dikenal tegas namun tetap mengedepankan pendekatan humanis. Ia kerap turun langsung ke lapangan, menyapa masyarakat, dan membangun komunikasi tanpa sekat. Baginya, kepercayaan publik dibangun melalui kedekatan, bukan jarak.
Dalam perjalanan kariernya, Nona mencatat sejarah sebagai polisi wanita pertama yang menjabat sebagai Kapolres Pemalang.
Ia juga pernah menjabat sebagai Kapolres Banjarnegara pada periode 2017–2018, di mana ia aktif membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Kini, sebagai Kabid Humas Polda Kepulauan Kepri, ia berada di garda terdepan dalam membangun komunikasi publik, memperkuat transparansi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Kiprah kedua perempuan ini mencerminkan semangat emansipasi yang diwariskan tokoh nasional R.A. Kartini, bahwa perempuan memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan menjadi pemimpin.
Sebagai putri Papua, Yuliana Rosario Yoku dan Nona Pricilla Ohei tidak hanya membuktikan kapasitasnya di tingkat nasional, tetapi juga menjadi simbol perubahan dan inspirasi bahwa perempuan Papua mampu berdiri sejajar, berdaya saing, dan membawa dampak positif bagi bangsa dan negara.[redaksi]










