Lantik Pengurus Baru IKEMAL di Tanah Papua, Gubernur Fakhiri Ajak Rawat Nilai Pela Gandong di Tanah Papua

Prosesi pelantikan BP IKEMAL Se-Tanah oleh Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Mathius Fakhiri,SIK,MH
Prosesi pelantikan BP IKEMAL Se-Tanah oleh Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Mathius Fakhiri,SIK,MH

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Setelah terpilih dalam Musyawarah Pusat (MUSPUT) IV di Timika pada April 2026 lalu, Badan Pengurus (BP) Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) se-Tanah Papua terpilih untuk periode 2026–2031 resmi dilantik di GOR Cenderawasih Kota Jayapura, Sabtu (30/5/26).

BP IKEMAL Se-Tanah Papua dilantik oleh Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Mathius Fakhiri,SIK,MH yang disaksikan oleh Pemerintah Provinsi Maluku yang diwakili Asisten 1 Setda Provinsi Maluku, Djalaluddin Salampessy.

Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan puncak peringatan Hari Pahlawan Nasional (HPN) Kapitan Pattimura ke-109 dan malam kebersamaan yang diistilahkan dengan “Malam.Bakudapa”.

Gubernur Fakhiri menegaskan bahwa peringatan HPN Pattimura bukan sekedar mengenang perjalanan bangsa, namun menjadi momentum untuk mengajak kita untuk mengambil sikap nilai-nilai keberanian, persatuan, pengorbanan dan kecintaan terhadap tanah air yang diwariskan oleh Patimura kepada generasi penerus bangsa..

“Tema yang diangkat hari ini, “Patimura panggil katong pela gandong bikin menang” memberi pesan sangat kuat,” ungkap Gubernur Fakhiri dalam sambutannya.

Gubernur Papua Mathius Fakhiri juga menekankan pentingnya merawat nilai kultural Pela Gandong yang dibawa oleh masyarakat Maluku.

Menurutnya, nilai tersebut memiliki ikatan moral yang kuat dan sejalan dengan nafas hidup masyarakat di Tanah Papua.

“Nilai Pela Gandong mengajarkan tentang persaudaraan sejati, saling menjaga, saling topang, dan saling menguatkan dalam menghadapi tantangan berbagai kehidupan,” ujar Gubernur Fakhiri.

Ia menambahkan, esensi budaya Maluku tersebut sangat relevan dengan corak kehidupan masyarakat Papua yang dikenal memegang teguh semangat kebersamaan, gotong royong, penghormatan terhadap keberagaman, serta budaya hidup berdampingan secara damai.

“Karena itu, saya menganggap semangat Pela Gandong dan semangat persaudaraan masyarakat Papua memiliki titik temu yang kuat dalam membangun harmoni sosial dan memperkuat persatuan,” tambahnya.

Gubernur Fakhiri juga menyampaikan apresiasi mendalam atas peran aktif warga keturunan Maluku. Baginya, masyarakat Maluku telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rekam jejak pembangunan Papua di berbagai lini, mulai dari sektor pemerintahan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, keagamaan, hingga sosial kemasyarakatan. Kontribusi nyata tersebut dinilai telah memberikan warna serta energi positif bagi kemajuan reguler di Tanah Papua.

Mantan Kapolda Papua ini lantas mengajak seluruh pengurus IKEMAL yang baru dikukuhkan untuk menjadikan organisasi paguyuban ini sebagai wadah pemersatu, pelayanan, dan pengabdian demi memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah.

“Kita mempunyai tanggung jawab yang sama untuk menjaga stabilitas sosial, memperkuat toleransi, merawat kerukunan antarumat beragama, serta membangun ruang-ruang dialog yang sehat demi terciptanya Papua yang sehat, Papua yang aman, Papua yang damai, dan Papua yang sejahtera,” tegasnya.

Gubernur Fakhiri berharap kepada BP IKEMAL periode baru ini mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Papua yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

“Kepada ketua dan seluruh BP IKEMAL yang baru saja dilantik, saya mengucapkan selamat menjalankan amanah,” ucapnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Umum IKEMAL di Tanah Papua yang baru dilantik, Kristian Sohilait, menyerukan pesan persatuan yang emosional kepada seluruh warganya.

Penyalaan obor Kapitan Pattimura oleh Ketua Umum BP IKEMAL di Papua bersama Gubernur Papua dan Asisten I Setda Maluku

Ia mengingatkan kembali akar rumput budaya gotong royong khas Maluku yang harus terus dihidupkan di perantauan.

“Kita orang Maluku yang punya tradisi Pela Gandong. Yang punya tradisi baku bantu saat bikin rumah, bikin gereja, bikin masjid, bikin perahu, cari ikan, dan lainnya. Mari kitorang baku dukung, kita orang baku dukung, kita orang baku sayang satu dengan yang lain. Jangan kita orang saling tarik atau adu otot satu dengan yang lain,” seru Kristian lewat dialek khasnya yang akrab.

Kristian menegaskan bahwa orang Maluku di Tanah Papua tidak boleh berjalan sendiri-sendiri atau tersekat-sekat. Solidaritas kelompok harus dikedepankan demi kesejahteraan bersama, begitupun dengan internal organisasi kepengurusan.

“Pengurus IKEMAL di Tanah Papua yang baru saja dilantik juga tidak bisa jalan sendiri. Katong pengurus perlu ale dorang (kalian semua). Katong pengurus perlu masyarakat warga Maluku yang ada di Tanah Papua,” cetusnya.

Menutup pernyataannya, Kristian melecut motivasi warga IKEMAL agar mandiri, adaptif, dan mampu mengolah potensi lokal demi menyambung tonggak kehidupan tanpa harus terus bergantung pada pihak luar.

“Kita orang Maluku di Tanah Papua harus punya sesuatu yang bisa menghidupkan kita sendiri dan tidak hanya mengharapkan uluran tangan orang lain. Dari tanah, dari hidup,” pungkas Kristian.[yat]