
SENTANI, PapuaSatu.com – Pemerintah Kabupaten Jayapura resmi mengumumkan penundaan pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) Ke-XVII tahun 2026.
Kegiatan yang semula dijadwalkan dalam waktu dekat, kini digeser ke bulan Agustus dan September demi mematangkan kesiapan infrastruktur lokasi FDS.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi pelaksanaan FDS Ke-XVII yang dipimpin langsung oleh Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, SH, MH, di Hotel Grand Cartenz Sentani, Rabu (24/6/2026).
Rapat penting ini dihadiri oleh Wakil Bupati Jayapura Haris Richard Yocku, SH, Ketua Panitia FDS yang juga Asisten I Setda Kabupaten Jayapura Gilberd R. Yakwat, para asisten Setda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta kepala distrik dari 19 distrik se-Kabupaten Jayapura.
Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, SH, MH, menegaskan bahwa FDS Ke-XVII dipastikan tetap diselenggarakan tahun ini dengan desain baru. Lokasi festival akan disulap menjadi destinasi wisata permanen, sesuai visi dan misi kepala daerah.
“Terkait dengan festival, intinya festival itu kita tetap selenggarakan dalam tahun ini. Kita ingin buat Festival Danau Sentani ini sesuai dengan visi dan misi saya dan Pak Wakil, daerah itu akan menjadi tempat permanen destinasi wisata,” ujar Yunus Wonda usai rapat.
Bupati menambahkan, pemerintah tidak ingin lokasi FDS hanya dibersihkan dan diperbaiki sesaat menjelang festival lalu terbengkalai. Tempat tersebut akan diproyeksikan sebagai pusat kuliner tradisional khas Kabupaten Jayapura.
“Jadi tempat itu tidak hanya sekedar nanti tahun ini festival terus selesai, terus nanti tahun depan lagi perbaikan lagi, bersihkan lagi. Tapi daerah itu menjadi tempat kuliner tradisional makanan khas Kabupaten Jayapura yaitu papeda. Kami minta semua dukungan masyarakat untuk kita sukseskan Festival Danau Sentani,” pungkas Bupati.
Ketua Panitia FDS Ke-XVII, Gilberd R. Yakwat, menjelaskan bahwa penundaan ini didasarkan pada pertimbangan teknis pengerjaan fisik di lapangan yang belum rampung.
Berdasarkan laporan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DP2KP), progres infrastruktur saat ini baru mencapai 35 persen.
“Alasannya karena penyiapan lahan di lokasi FDS, yang mana koordinasi dengan Dinas PU dan DP2KP belum bisa siap dalam kurun waktu sekitar dua minggu ke depan. Tadi setelah melihat presentasi master plan dari DP2KP dan Dinas PU, Pak Bupati menyampaikan tidak memungkinkan untuk kita mulai kegiatan festival (dalam waktu dekat),” jelas Gilberd.
Gilberd menambahkan, dirinya bersama Wakil Bupati telah meninjau langsung lokasi dan melihat proses penimbunan lahan sudah berjalan. Namun, proses pengecoran dan penyiapan teknis lainnya membutuhkan waktu lebih lama.
Berdasarkan hasil rapat tersebut, berikut adalah jadwal terbaru pelaksanaan FDS Ke-XVII tahun 2026:
Pra-Event: 20 Agustus – 1 September 2026
Main Event (Acara Puncak): 1 September – 5 September 2026
Pemerintah Kabupaten Jayapura berharap pergeseran waktu ini dapat memberikan hasil yang maksimal, tidak hanya demi kesuksesan festival, tetapi juga untuk menghadirkan aset wisata jangka panjang bagi masyarakat Jayapura.[yat]










