80 Tahun Bhayangkara: Polda Papua Tegaskan Pengabdian Berbasis Dialog dan Kearifan Lokal

Pemeriksaan pasukan upacara oleh Kapolda Papua, Irjen Pol Petrus Patrige Rudolf Renwarin,S.H, M.Si
Pemeriksaan pasukan upacara oleh Kapolda Papua, Irjen Pol Petrus Patrige Rudolf Renwarin,S.H, M.Si

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kepolisian Daerah (Polda) Papua menggelar upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Upacara Mapolda Koya Koso, Rabu (1/7/2026).

Upacara yang mengusung tema “80 Tahun Mengabdi Untuk Masyarakat” ini dipimpin langsung oleh Kapolda Papua, Irjen Pol Petrus Patrige Rudolf Renwarin,S.H, M.Si

Pantauan di lokasi, upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran unsur Forkopimda Papua. Peserta upacara terdiri dari berbagai satuan TNI-Polri, Basarnas, serta mitra strategis lainnya.

Dalam amanatnya, Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin menegaskan arti penting tema Hari Bhayangkara tahun ini.

Menurutnya, seluruh pengabdian Polri harus bermuara pada perlindungan, pengayoman, pelayanan, dan penegakan hukum yang berkeadilan demi mewujudkan keamanan serta kesejahteraan masyarakat.

“Kepercayaan masyarakat tidak dibangun melalui kata-kata, melainkan melalui kinerja yang nyata,” ujar Irjen Pol Patrige Renwarin.

Ia meminta setiap insan Bhayangkara untuk membimbing diri secara humanis dengan menanamkan tiga pilar utama: Integritas dalam bertugas, Disiplin yang tinggi dan Humanisme dalam melayani.

Kapolda juga menyoroti perubahan lingkungan strategis global yang bergerak cepat, mulai dari kejahatan transnasional, ancaman siber, hingga penyalahgunaan teknologi informasi. Hal ini menuntut Polri untuk terus berbenah diri dan bertransformasi.

Menghadapi karakteristik tantangan di Papua yang kompleks, Irjen Pol Patrige Renwarin menekankan pentingnya kerja yang prediktif, responsif, dan adaptif. Polda Papua berkomitmen mengedepankan pendekatan humanis, menghormati hak asasi manusia (HAM), serta menjunjung tinggi kearifan lokal.

“Pendekatan keamanan tidak dapat dilakukan semata-mata melalui penegakan hukum, melainkan harus dilandasi dengan dialog, kemitraan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya,” jelasnya.

Sinergitas penanganan keamanan ini diperkuat bersama TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat. Keamanan yang kondusif dinilai sebagai prasyarat utama pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Polda Papua saat ini aktif mengawal berbagai program prioritas nasional dan daerah melalui langkah-langkah konkret:

Program Makan Bergizi Gratis: Mendukung pembangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi di berbagai wilayah Papua untuk meningkatkan kualitas SDM sejak usia dini.

Ketahanan Pangan: Mendorong swasembada pangan lewat pemanfaatan lahan pertanian dan pendampingan langsung kepada masyarakat.

Penegakan Hukum Tegas: Menindak berbagai kejahatan merugikan seperti narkotika, penyelundupan, dan perjudian online.

Iklim Investasi: Mengawal program strategis pemerintah agar iklim investasi berjalan aman dan kondusif.

Kapolda menutup amanatnya dengan menyampaikan terima kasih atas sinergi seluruh pihak. Keberhasilan yang diraih Polda Papua hingga usia ke-80 tahun ini merupakan buah dari kerja keras bersama seluruh komponen masyarakat di tJAYAPURA – Kepolisian Daerah (Polda) Papua menggelar upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Upacara Mapolda Koya Koso, Rabu (1/7/2026).

Upacara yang mengusung tema “80 Tahun Mengabdi Untuk Masyarakat” ini dipimpin langsung oleh Kapolda Papua, Irjen Pol Patrige Renwarin.

Pantauan di lokasi, upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran unsur Forkopimda Papua. Peserta upacara terdiri dari berbagai satuan TNI-Polri, Basarnas, serta mitra strategis lainnya.

Dalam amanatnya, Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin menegaskan arti penting tema Hari Bhayangkara tahun ini.

Menurutnya, seluruh pengabdian Polri harus bermuara pada perlindungan, pengayoman, pelayanan, dan penegakan hukum yang berkeadilan demi mewujudkan keamanan serta kesejahteraan masyarakat.

“Kepercayaan masyarakat tidak dibangun melalui kata-kata, melainkan melalui kinerja yang nyata,” ujar Irjen Pol Patrige Renwarin.

Ia meminta setiap insan Bhayangkara untuk membimbing diri secara humanis dengan menanamkan tiga pilar utama: Integritas dalam bertugas, Disiplin yang tinggi dan Humanisme dalam melayani.

Kapolda juga menyoroti perubahan lingkungan strategis global yang bergerak cepat, mulai dari kejahatan transnasional, ancaman siber, hingga penyalahgunaan teknologi informasi. Hal ini menuntut Polri untuk terus berbenah diri dan bertransformasi.

Menghadapi karakteristik tantangan di Papua yang kompleks, Irjen Pol Patrige Renwarin menekankan pentingnya kerja yang prediktif, responsif, dan adaptif. Polda Papua berkomitmen mengedepankan pendekatan humanis, menghormati hak asasi manusia (HAM), serta menjunjung tinggi kearifan lokal.

“Pendekatan keamanan tidak dapat dilakukan semata-mata melalui penegakan hukum, melainkan harus dilandasi dengan dialog, kemitraan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya,” jelasnya.

Sinergitas penanganan keamanan ini diperkuat bersama TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat. Keamanan yang kondusif dinilai sebagai prasyarat utama pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Polda Papua saat ini aktif mengawal berbagai program prioritas nasional dan daerah melalui langkah-langkah konkret:

Program Makan Bergizi Gratis: Mendukung pembangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi di berbagai wilayah Papua untuk meningkatkan kualitas SDM sejak usia dini.

Ketahanan Pangan: Mendorong swasembada pangan lewat pemanfaatan lahan pertanian dan pendampingan langsung kepada masyarakat.

Penegakan Hukum Tegas: Menindak berbagai kejahatan merugikan seperti narkotika, penyelundupan, dan perjudian online.

Iklim Investasi: Mengawal program strategis pemerintah agar iklim investasi berjalan aman dan kondusif.

Kapolda menutup amanatnya dengan menyampaikan terima kasih atas sinergi seluruh pihak. Keberhasilan yang diraih Polda Papua hingga usia ke-80 tahun ini merupakan buah dari kerja keras bersama seluruh komponen masyarakat di tanah Papua.[yat]anah Papua.[yat]