
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Paroki Juruselamat Kotaraja, ratusan umat mengikuti kegiatan jalan santai yang digelar di Kota Jayapura, Papua, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan jalan santai di buka secara resmi Pastori Paroki Juruselamat Kotaraja, Pastor Fanny Stephanus Manengkey, MSC., selanjutnya proses jalan santai dikoordinir Ketua Panitia HUT Paroki Juruselamat Kotaraja, Patrisius Randa, SH., MH..
Jalan santai ini mengambil titik awal dari halaman Gereja Paroki Juruselamat Kotaraja.
Para peserta kemudian berjalan menyusuri jalan raya, berputar melalui kawasan Jalan Jeruk Nipis, sebelum kembali ke halaman gereja.
Selain jalan santai, rangkaian perayaan HUT ke-19 Paroki Juruselamat Kotaraja juga diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya senam aerobik bersama, pembagian doorprize, lomba futsal, lomba memasak nasi goreng, Lomba Cerdas Cermat Rohani (CCR), lomba merangkai bunga, lomba Mazmur, lomba lektor, dan lomba Pasio.
Pastori Paroki Juruselamat Kotaraja, Pastor Fanny Stephanus Manengkey, MSC., mengatakan Paroki Juruselamat Kotaraja resmi berdiri pada 11 Agustus 2007. Karena itu, tahun 2026 menjadi momentum peringatan HUT ke-19 paroki tersebut.
Menurutnya, perayaan HUT biasanya dilaksanakan secara berkala setiap dua tahun dengan berbagai kegiatan yang bertujuan membangun semangat kebersamaan umat.
“Biasanya perayaan dilakukan dalam bentuk kegiatan liturgi. Namun tahun ini kita melaksanakan berbagai kegiatan yang dapat membangkitkan semangat dan kebersamaan umat,” ungkapnya.
Pastor Fanny menjelaskan, berbagai kegiatan seperti futsal, lomba Mazmur, lektor, Pasio, lomba memasak nasi goreng, merangkai bunga hingga donor darah tidak hanya bertujuan sebagai kegiatan rekreatif.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mendorong kreativitas serta meningkatkan keterlibatan anak-anak, remaja dan pemuda dalam kehidupan menggereja.
“Kita berharap semua semakin aktif. Zaman sekarang membutuhkan kegiatan yang bisa membuat mereka tergerak untuk terlibat. Melalui kegiatan seperti futsal dan perlombaan lainnya, mereka bisa membangun kebersamaan sekaligus mengembangkan kemampuan,” katanya.
Ia mencontohkan lomba Mazmur yang tidak hanya melatih kemampuan bernyanyi, tetapi juga membangun keberanian peserta untuk tampil di depan umum. Demikian pula lomba lektor yang melatih anak-anak dan remaja agar mampu membaca Kitab Suci dengan baik.
“Ketika mereka mengikuti kegiatan di luar, mereka sudah berani tampil. Jadi ini juga menjadi bagian dari proses melatih keberanian dan kemampuan mereka untuk tampil,” pungkasnya. 
Semantara itu, Ketua Panitia HUT Paroki Juruselamat Kotaraja, Patrisius Randa, mengatakan rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Juli 2026 dengan melibatkan berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, pemuda hingga orang tua.
“Rangkaian kegiatan HUT Paroki ini kita mulai dari bulan Juli. Ada delapan lomba dan satu kegiatan aksi sosial, yakni donor darah,” ujar Patrisius.
Menurutnya, sejumlah perlombaan sengaja dirancang untuk melibatkan seluruh umat. Lomba futsal, misalnya, melibatkan orang tua dan pemuda. Sementara lomba memasak nasi goreng diperuntukkan bagi pemuda, sedangkan lomba merangkai bunga terbuka bagi semua kalangan, termasuk orang tua, pemuda dan anak-anak.
“Untuk anak-anak ada Lomba Cerdas Cermat Rohani. Kemudian lomba Mazmur dan lektor menyasar anak-anak dan remaja. Ada juga lomba Pasio,” jelasnya.
Selain kegiatan perlombaan, panitia juga menggelar aksi sosial berupa donor darah yang melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI). Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.
“Puji Tuhan, dalam kegiatan donor darah kemarin ada sekitar 92 pendonor. Mereka bukan hanya umat kita, tetapi juga warga sekitar dan umat dari gereja-gereja di sekitar sini,” katanya.
Patrisius menegaskan, kegiatan donor darah merupakan bentuk kepedulian sosial dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama rangkaian kegiatan HUT tersebut adalah mendorong regenerasi pelayanan di lingkungan Paroki Juruselamat Kotaraja.
“Motivasi kita adalah bagaimana regenerasi dalam pelayanan di paroki bisa berjalan. Karena itu, banyak lomba yang kami arahkan kepada remaja, pemuda dan anak-anak,” ujarnya.
Menurutnya, peserta yang memiliki potensi dalam bidang pelayanan akan terus dibina dan diberdayakan untuk mengambil bagian dalam pelayanan gereja ke depan.
“Contohnya dalam lomba lektor, mereka dilatih bagaimana membaca Alkitab dengan baik. Begitu juga dengan Mazmur. Mereka yang memiliki kemampuan dan berprestasi akan dikumpulkan dan diberdayakan dalam pelayanan ke depan,” tambahnya.
Untuk kegiatan jalan santai sendiri, panitia memperkirakan jumlah peserta mencapai ratusan orang.
Panitia sebelumnya menyiapkan sekitar 800 kupon bagi umat yang mengikuti rangkaian kegiatan.
Usai jalan santai dan senam bersama, panitia juga membagikan sekitar 80 paket doorprize yang berasal dari dukungan umat maupun para sponsor.
.










