Beranda HEADLINE Max Abner Ohee: Papua Adalah Rumah Bersama, Jangan Biarkan Ancaman Memecah Persaudaraan

Max Abner Ohee: Papua Adalah Rumah Bersama, Jangan Biarkan Ancaman Memecah Persaudaraan

Caption : Wakil ketua MRP Pokja Adat, Max Abner Ohee
Caption : Wakil ketua MRP Pokja Adat, Max Abner Ohee

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Pokja Adat sekaligus Ketua Barisan Merah Putih, Max Abner Ohee, mengajak seluruh masyarakat di Tanah Papua untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai pernyataan bernada ancaman yang beredar di media sosial.

Pernyataan itu disampaikan Max Ohee setelah berbagai ancaman yang di lontarkan kelompok-kelompok yang ingin mencaman masyarakat di tanah Papua melalui medias sosial baru-baru ini.

Ia menegaskan bahwa Papua merupakan rumah bersama yang harus dijaga dengan semangat persaudaraan, nilai-nilai adat, kemanusiaan, dan kedamaian. “Saya minta agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, terlebih jika berpotensi menimbulkan ketakutan dan memecah belah kehidupan sosial,” ujarnya Max Ohee kepada wartawan di Jayapura, Selasa (20/10/2026).

Max menyoroti beredarnya sejumlah pernyataan yang mengatasnamakan kelompok bersenjata dalam beberapa hari terakhir. Pernyataan tersebut memuat berbagai klaim mengenai korban, larangan memasuki wilayah tertentu, ultimatum terhadap aparatur sipil negara (ASN), guru, tenaga kesehatan, dan petani, hingga ancaman terhadap warga yang dikategorikan sebagai pendatang.

Dengan itu, Max mengingatkan masyarakat agar menyikapinya secara bijaksana dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.

Ia menegaskan, pernyataan-pernyataan tersebut bukan merupakan keputusan Majelis Rakyat Papua, bukan ketetapan adat yang berlaku bagi seluruh masyarakat Papua, dan bukan pula kebijakan resmi pemerintah.

“Tidak boleh ada pihak yang secara sepihak mengatasnamakan adat untuk menebarkan ketakutan, mengancam keselamatan warga, atau menghalangi pelayanan publik,” tegasnya.

Menurut Max, nilai-nilai adat Papua menjunjung tinggi kehidupan manusia, kehormatan sesama, serta kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, tidak ada pembenaran untuk mengancam atau mencelakai seseorang hanya karena perbedaan asal-usul, identitas, maupun latar belakang.

Masyarakat Diminta Bijak Bermedia Sosial

Kendati demikian, Max Ohee mengingatkan pentingnya menjaga keamanan seingga mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarluaskan informasi, terutama video, rekaman suara, maupun pesan yang berisi ancaman.

“Saya meminta masyarakat untuk tidak menjadikan klaim sepihak sebagai fakta sebelum kebenarannya dipastikan. Informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan sebaiknya diverifikasi melalui sumber resmi pemerintah daerah, kepolisian, dan pihak berwenang lainnya,” tegasnya mengingatkan.

Lebih lanjut disampaikan Max Ohee bahwa masyarakat perlu membedakan informasi yang telah terkonfirmasi dengan informasi yang masih membutuhkan pembuktian.

“Jangan sampai media sosial yang seharusnya menjadi sarana komunikasi justru digunakan untuk menyebarkan ketakutan, kebencian, dan permusuhan di tengah Menurutnya, seluruh elemen tersebut bukanlah musuh masyarakat, melainkan bagian penting dari kehidupan sosial dan pembangunan Papua yang harus mendapatkan perlindungan.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap tindakan intimidasi, ancaman terhadap keselamatan, maupun kekerasan terhadap warga sipil harus dipandang sebagai persoalan serius yang perlu ditangani oleh aparat berwenang sesuai ketentuan hukum.

“Jangan sampai masyarakat yang tidak bersalah menjadi korban akibat ancaman maupun konflik yang berkepanjangan,” demikian pesan Max. [loy]