
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, menghadiri peresmian Kantor Sinode Gereja di Tanah Papua dan menyampaikan pesan-pesan penting terkait toleransi, kerukunan, dan semangat kebersamaan dalam pembangunan daerah dan pelayanan umat.
Dalam peresmian itu ditandai dengan ibadah bersama di gedung Graha Sara Kantor Sinode Gereja di Tanah Papua yang dihadiri seluruh perwakilan pimpinan daerah kabupaten/Kota se Papua.
Dalam sambutannya, Gubernur Dominggus Mandacan menyampaikan rasa hormat dan bangganya terhadap para tokoh agama, dosen, guru, serta seluruh jemaat yang hadir.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, baik aparat pemerintah, kepala daerah, petani, nelayan, pedagang, pengusaha, hingga kontraktor, untuk mengambil peran sebagai berkat Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tanah ini sudah diberkati. Sekarang kita diminta untuk menjadi berkat bagi banyak orang dalam tugas dan tanggung jawab kita masing-masing,” ujar Mandacan.
Ia juga mengenang sejarah masuknya Injil di Tanah Papua pada tahun 1855, dan menyampaikan bahwa sejak saat itu tanah ini telah menerima terang Kristus dan tidak lagi berada dalam kegelapan.
Gubernur Mandacan mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan Kantor Sinode, termasuk para bupati, wali kota, pemerintah provinsi, dan juga jemaat yang telah memberikan persembahan dan dukungan secara kolektif.
Oleh karena itu, Gubernur Mandacan menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, adat, dan gereja untuk pembangunan yang berkelanjutan.
“Gedung ini berdiri bukan hanya karena dana, tetapi juga karena komitmen dan doa dari seluruh umat. Ini adalah rumah kita bersama, simbol kerukunan dan persatuan,” tegasnya.
Pada momen peresmian tersebut, hadir pula para pejabat dari Papua, Papua Barat, dan kabupaten/kota lainnya. Tidak hanya meresmikan kantor sinode, mereka juga meresmikan hotel milik gereja bernama “Amazing Grace”, yang diharapkan menjadi bagian dari pelayanan dan pemberdayaan ekonomi jemaat.
Gubernur Mandacan menyampaikan bahwa peresmian ini adalah bentuk nyata dari buah iman dan kerja keras bersama, serta menyerukan kepada seluruh umat untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama, antar suku, ras, dan budaya di Tanah Papua.
“Mari kita jaga toleransi, kerukunan, dan persatuan kita. Ini adalah warisan yang harus kita rawat demi generasi mendatang,” tutupnya.
Peresmian kantor sinode ini menjadi tonggak penting dalam sejarah gereja di Tanah Papua, menegaskan sinergi antara iman dan pembangunan, serta menandai komitmen bersama dalam melayani dan menjadi terang bagi dunia.
Di akhir sambutan Gubernur Mandacan dan Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, M.Th menyerahkan cinderamata kepada perwakilan majelis GKI se tanah Papua. [loy]










