20 Peternak Ikuti Pelatihan Implementasi Budidaya Lebah Madu

0
1342

“Kesejahtraan masyarakat berkaitan erat dengan keamanan sebuah wilayah. Jadi dengan adanya program yang dibuat oleh bapak Kapolri dapat mensejahterakan suatu wilayah yang berimplikasi pada terciptanya keamanan,” tutur Ipda I  Made Ambo Arjana selaku perwakilan Polda Papua.

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kepolisian Daerah Papua bekerjasama dengan PT. Madu Pramuka mengadakan Pelatihan Implementasi Budidaya Lebah Madu di Kampung Honelama Dua, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua, pada Senin (07/08/2018).

Perwakilan Polda Papua Inspektur Dua I Made Ambo Arjana dalam menyebutkan,  pelatihan yang dilakukan merupakan salah satu program untuk meningkatkan sumber daya manusia di Papua dalam budidaya Lebah Madu.

Upaya peningkatan SDM ini sebagai harapan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang ingin masyarakat Papua bisa setara dengan didaerah-daerah lain. Tidak hanya dalam hal Materi tapi disegala aspek kehidupan.

“Kesejahtraan masyarakat berkaitan erat dengan keamanan sebuah wilayah. Jadi dengan adanya program yang dibuat oleh bapak Kapolri dapat mensejahterakan suatu wilayah yang berimplikasi pada terciptanya keamanan,” tutur Ipda Made.

Lanjut Made, Kapolri sangat kenal wilayah Papua sehingga beliau ingin mengoptimalkan segala potensi yang ada di Papua untuk membangun kesejahteraan masyarakat. Salah satu program yang akan dikembangkan di Papua adalah Peternakan Lebah Madu.

Pelatihan Implementasi Budidaya Lebah Madu yang dibuka oleh Wakapolres Jayawijaya Kompol. Abbas tersebut diikuti oleh perwakilan peserta yang berjumlah 20 orang dari Kampung Honelama, Kampung Yagara, Distrik Walesi dan Kampung Waleglagama, Distrik Waleglagama.

Wakapolres Jayawijaya, Kompol Abbas dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu program dari Kapolri, Jenderal Tito Karnavian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua khususnya di Wamena. Selain itu pangsa pasar madu Wamena yang begitu besar dan terkenal.

“Oleh karena itu sudah sepatutnya kita memberikan apresiasi kepada beliau dan mari kita terapkan hal ini dengan baik. Karena semua program, yang telah disusun oleh Pak Kapolri untuk membangun Indonesia lebih khusus Papua sudah sangat kita rasakan dampaknya” kata Kompol Abbas, Selasa (08/05/2018).

Kompol mengimbau kepada seluruh peserta yang mengikuti pelatihan tersebut agar dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan keterampilan dan perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Istruktur PT. Madu Pramuka, Indra menyampaikan bahwa lebah yang dibudidayakan adalah jenis Apis Mellipera yang termasuk kelompok lebah penyengat jika koloninya merasa terancam.

Dirinya juga menjelaskan, teknik yang digunakan masyarakat awam saat panen madu selama ini salah karena mengunakan teknik pemerasan. “Teknik pemerasan ini dapat merusak sarang lebah. Jadi dalam pelatihan ini kita akan gunakan alat yang tidak merusak sarang lebah itu sendiri sehingga dapat terus digunakan” kata Indra.

Hanya saja, lanjut Indra Lebah Madu sangat rawan diserang hama penyakit. Untuk itu ia mengingatkan agar para peternak lebah dapat lebih memperhatikan pakan lebah agar dapat mempertahan kwalitas madu yang dihasilkan dan pengembangan koloni Lebah Madu.

“Pakan yang baik untuk lebah agar dapat menghasilkan madu dengan kwalitas yang baik itu kapuk, kelapasawit, padi, salak, cabe, tebu dan vanili,” ucap Indra.

Kegiatan Pelatihan ini akan dilaksankan selama dua hari, mulai Senin 07 Mei 2018 hingga Kamis 09 Mei 2018. Kegiatan ini Merupakan Program Kerja Kapolri yang berbasis Ekonomi Produktif dengan cara mengoptimalkan Potensi Pertanian dan Peternakan yg ada di Jayawijaya. [abe]