7 Orang CPNS BKKBN Dilantik Menjadi PNS Formasi 2018

0
158

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua melantik tujuh orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi 2018 dan satu orang dilantik dengan jabatan fungsional Widyaiswara ahli muda pada lingkungan perwakilan BKKBN Provinsi Papua.

“Kita ada penambahan 5 orang adalah struktural kita, 2 orang adalah penyuluh lapangan. Kita menaikkan 1 orang lagi menjadi Widyaiswara Ahli Muda. Itu adalah prestasi baik,” ujar Kepala BKKBN Provinsi Papua, Charles Brabar, SE., M.Si disela-sela kegiatan pelantikan di Aula BKKBN, Selasa (10/3/2020).

Dilanjutkan, seharusnya ada sembilan orang yang dilantik namun satu orang tersebut berada di Timika belum bisa dilantik karena terkendala waktu. Para CPNS yang dilantik tersebut diakui Charles telah melalui proses yang terbilang panjang.

“Mereka itu pegawai angkatan 2018 dan baru Februari 2020 SK Pengangkatan mereka keluar sebagai pegawai BKKBN Provinsi Papua secara resmi. Walaupun tujuh orang tapi sudah menambah kekuatan untuk BKKBN karena mereka sangat profesional dan sudah teruji dam berprestasi,” lanjutnya.

Diungkapkan, banyak tugas-tugas yang akan diemban oleh para PNS yang baru dilantik salah satunya tampil beda dengan logo yang baru, program-program yang strategis yang bukan membahas tentang program KB.

“Tugas utama kami adalah tentang stunting. Stunting ini kan sebagai program intregritas yang kita lakukan bersama-sama dengan instansi lain seperti kementerian dan lembaga-lembaga. Lalu untuk program keluarga, sekarang kami tidak bicara mengenai jumlah akan tetapi mengenai keluarga yang berkualitas,” ungkapnya.

Ia berharap kinerja dari PNS yang baru dilantik bisa lebih ditingkatkan lagi dan memberikan perubahan yang lebih baik.

“Kita hari bisa beri penjelasan dan sosialisasi bahwa BKKBN sudah milenial, sudah disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan saat ini. Maka saya berharap pegawai-pegawai BKKBN saat ini bekerja lebih berinovasi, kreatif, karena kita berprestasi apabila kita disiplin dan rajin. Kita harus kebih aktif memberi penguatan di masyarakat tentang keluarga berencana bahwa kita mau bentuk keluarga berkualitas bukan keluarga yang membatasi jumlah,” tutupnya. [ayu]