Asisten I Setda Provinsi Papua Buka Konferensi Luar Biasa KAP Papua

Caption : Asisten I Setda Provinsi Papua, Doren Wakerkwa saat menyematkan tanda peserta sebagai tanda dibukanya Konferensi Luar Biasa di BLKI Papua, Selasa (11/12/2018). Foto : Loy/PapuaSatu.com
Caption : Asisten I Setda Provinsi Papua, Doren Wakerkwa saat menyematkan tanda peserta sebagai tanda dibukanya Konferensi Luar Biasa di BLKI Papua, Selasa (11/12/2018). Foto : Loy/PapuaSatu.com

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Papua, Doren Wakerkwa, SH membuka secara resmi Konferensi Luar Biasa Kamar Adat Pengusaha (KAP) Papua, pada Selasa 11 Desember 2018 di Aula BLKI Provinsi Papua.

Doren Wakerkwa dalam sambutannya memberikan apresiasi karena lima tahun kepengurusan KAP di tanah Papua telah berjalan dengan baik termasuk pengurus di kabupaten/kota.

Sebagaimana tema Konferensi Luar Biasa KAP Papua” Menyulam Noken Meraih Kehidupan” dengan Sub Tema : “Mewujudkan Ekonomi Rakyat Papua yang Mandiri, Sejahtera dan Berkeadilan”.  Doren berharap agar sejumlah persoalan yang dihadapi selama lima tahun terakhir bisa dievaluasi dalam rangka menyiapkan pemimpin di KAP Papua yang baru.

“Pemilihan pemimpin yang baru bertujuan untuk membawa KAP yang lebih besar di Provinsi Papua dan Papua Barat. Semua kader di Provinsi Papua dan Papua Barat sudah terkumpul dalam Konfenresi ini, sehingga sudah saat menuangkan pikiran-pikiran dalam memilih pemimpin KAP Papua,” ujarnya.

Caption : Asisten I Setda Provinsi Papua, Doren Wakerkwa saat membuka Konferensi Luar Biasa di BLKI Papua, Selasa (11/12/2018). Foto : Loy/PapuaSatu.com
Caption : Asisten I Setda Provinsi Papua, Doren Wakerkwa saat membuka Konferensi Luar Biasa di BLKI Papua, Selasa (11/12/2018). Foto : Loy/PapuaSatu.com

Menurut Doren, KAP Papua mempunyai peran penting dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan serta memberikan kontribusi kepada penguasa anak-anak asli Papua, terutama memberikan kontribusi pembangunan kepada Pemerintah Provinsi Papua.

Oleh karena itu KAP harus menjalin komunikasi yang terstruktur mulai dari Provinsi  sampai ke kabupaten dan Kota, sehingga cita-cita yang digapai terhadap peningkatan pereknomian di atas tanah ini bisa terlaksana dengan baik.

“KAP harus bekerjasama dengan semua lini yang ada di Provinsi Papua. Ada ketua KNPI, Pemprov, KADIN dan termasuk Lembaga-lembaga yang bisa meningkatkan perekonomian diatas negeri ini,” harapnya.

Ia mengatakan untuk meningkatkan perekonomian di atas tanah Papua, maka  KAP memiliki tugas untuk mensejahterakan kepada orang-orang tua dan adek-adek di kampung yang hanya menggunakan pakaian satu atau dua pasang di badan.

“Kader KAP harus bisa meniru gaya kepemimpinan Gubernur Papua pak Lukas Enembe. Beliau memberikan perhatian kepada seluruh sendi-sendi kehidupan dimana orang Papua ada. Kami berharap pengurus maupun Kader KAP juga memiliki perhatian bagi-bagi anak-anak Papua dari Sorong sampai Merauke,” tukasnya.

Sementara itu, Plt Ketua KAP Papua Michael Garsutch Jikwa  mengungkapkan,  Konferensi Luar Biasa KAP Papua ini merupakan keputusan tertinggi untuk memilih pemimpin yang baru mengingat telah berakhirnya ketua Umum KAP Papua yang lama sudah berakhir.

“Saya berharap pada kepengurusan yang baru bis amenjangkau visi dan misi KAP ke depan. Namun yang  paling utama bisa mengambut PON XX tahun 2020. Ini salah satu momen yang paling baik untuk kami bisa sukses dalam peningkatan ekonomi di tanah Papua,” harapnya.

Ditempat yang sama, ketua Panitia Konferensi Luar Biasa KAP Papua, Melinus Kobogau mengatakan, persiapan pemilihan calon Ketua Umum KAP Papua harus melengkapi berbagai syarat perlengkapan, baik itu yang berasal dari kabupaten/kota maupun dari tingkat Provinsi Papua.

“Salah satu syarat untuk maju mencalonkan diri sebagai ketua Umum KAP pada periode 2018-2023 nanti yakni,  pengrusu di tingkat kabupaten/kota harus membawa surat rekomendasi dewan adat daerah. Sedangkan pengurus pusat membawa surat resmi dari dewan adat pusat. Ini syarat utama dari yang lain untuk mencalonkan sebagai ketua Umum KAP Papua,” ujarnya Melinus.

Konferensi Luar Biasa KAP Papua ini, Menurut Melinus,  Pihaknya selaku panitia telah mempersiapkan sejak tanggal 9 Desember 2018 dan akan berakhir pada tanggal 13 Desember 2018 nanti.

“Persiapan kami pertama, mengumpulkan para pengurus, melaksanakan Pra Rapim dalam persiapan menghadapi PON XX tahun 2020, pembahasan perekrutan penguasaha-pengusaha yang handal dalam bidang usaha sektoril, makro dan mikro untuk dibawa dalam PON 2020 nanti,” paparnya.

Dalam Konferensi Luar Biasa KAP Papua ini, Melinus menuturkan, telah memenuhi korum yakni, peserta dari seluruh kabupaten dan kota se Provinsi Papua dan Papua Barat sebanyak 150 orang dan 32 orang dari ketua-ketua daerah. “Semuanya akan berkumpul untuk memilih ketua Umum KAP Papua nantinya,” imbuhnya. [loy]