
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Balai Karantina Wilayah Papua mengambil langkah tegas dengan memusnahkan 1,5 ton bibit bawang dan 12 ekor ayam aduan ilegal yang masuk tanpa memenuhi syarat karantina.
Tindakan ini dilakukan untuk mencegah ancaman serius terhadap ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat di Papua.
Kepala Balai Karantina Papua, Lutfier, Natsir, S.H., M.H mengungkapkan, ayam aduan yang berasal dari Makassar dan Manado itu dimusnahkan secara bertahap sejak Januari 2025.
Pemusnahan itu dilakukan sebagai bentuk penegakan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Tindakan ini penting untuk mencegah masuk dan tersebarnya penyakit hewan maupun hama tumbuhan berbahaya ke wilayah Papua.
Oleh karena itu, pengiriman unggas hidup ke Papua melanggar Peraturan Daerah yang melarang masuknya unggas hidup demi mencegah wabah penyakit menular seperti flu burung.
“Larangan ini bukan tanpa alasan. Risiko penyebaran penyakit seperti flu burung sangat tinggi dan bisa memukul populasi unggas lokal serta membahayakan kesehatan masyarakat,” jelasnya kepada wartawan di Jayapura, Rabu, (16/9/2025). 
Sementara itu, sebanyak 1,5 ton bibit bawang juga dimusnahkan setelah hasil uji laboratorium mengungkap adanya infeksi penyakit pada media pembawa. Bibit tersebut dinyatakan sehat di daerah asal, namun terkontaminasi selama proses pengiriman.
“Hasil uji laboratorium jadi penentu. Bibit bisa saja terlihat sehat, tapi dalam perjalanan bisa membawa penyakit. Inilah pentingnya karantina dan pengawasan ketat,” tegasnya.
Pemusnahan ini menegaskan komitmen Balai Karantina Papua dalam menjaga gerbang masuk wilayah dari potensi ancaman biologis yang dapat berdampak luas bagi pertanian, peternakan, dan kesehatan masyarakat.
Oleh karena itu, Karantina Papua mengimbau masyarakat serta pelaku usaha untuk memastikan kelengkapan dokumen karantina sebelum mengirimkan hewan atau tumbuhan ke Papua.
“Langkah ini dinilai penting demi menjaga keamanan dan keberlanjutan pertanian serta peternakan di Tanah Papua, ” pungkasnya. [loy]










