BPBJ Kota Gelar Workshop Bagi Para Penyedia di Kota Jayapura

387

Caption Foto : Walikota Jayapura Benhur Tommi Mano saat membuka Workshop Pengadaan Barang/Jasa bagi  penyedia di Kota Jayapura, di Hotel Sahid-Jayapura,  Rabu (21/3/2018). (Moza/PapuaSatu.com)

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Kota Jayapura menggelar Workshop Pengadaan Barang/Jasa bagi  penyedia di Kota Jayapura yang berlangsung di Kantor Walikota Jayapura, Rabu (21/03/2018).

Walikota Jayapura Dr. Drs. Benhur Tomi Mano dalam arahannya mengatakan, peran serta penyedia di Kota Jayapura sangat besar, yang mana terlihat hampir semua pekerjaan berupa barang atau jasa di Kota Jayapura selalu dilakukan oleh para penyedia  atau para fendor.

“Saya minta agar dalam proses mendapatkan  suatu pekerjaan penyedia harus bersaing secara sehat dan kompotitif,” kata Walikota Jayapura pada saat membuka Worksop pengadaan barang dan Jasa/Bagi Penyedia yang ditandai pemukulan Tifa.

Caption Foto : Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano saat bersiskusi dengan Muhammand Nur Yahya dari LKPP –RI

Menurutnya, masih banyak penyedia belum paham tentang proses pengadaan barang dan jasa. Oleh karena itu, Pemerintah pemerintah berkewajiban untuk memberikan pemahaman dalam pelatihan  tentang proses pengadaan barang dan jasa sehingga proses pengadaan dapat berjalan dengan baik.

“Banyak pejabat yang ditangkap dalam proses pengadaan barang dan jasa karena kurang paham tentang proses pengadaan barnag dan jasa. Sekarnag kita  butuh ketelitian yang diatur dalam peraturan presiden, sehingga para penyedia dituntut untuk harus mengikuti ketetentuan dan proses pengadaan barang dan jasa,” tekan Walikota.

Walikota dua periode ini pun berharap agar melalui kegiatan workshop ini para penyedia mampu bersaing guna mengikuti proses pelelangan barang dan jasa yang dilakukan di Pemerintah Kota Jayapura dengan baik, benar dan trasparan.

“Saya berharap dengan makin banyaknya penyedia yang terlibat, saya berharap semu dapat penyedia dalam pengadaan barang dan jasa dapat tepat waktu, tepat biaya dan tepat sasaran serta berkualitas,” ujarnya.

Dikatakan, dengan masih banyaknya penyedia yang belum memahami proses pengadaan barang dan jasa bukan merupakan kesenjangan dari pemerintah namun masih banyak penyedia yang belum mau belajar dan masih menganggap pengadaan barang dan jasa masih menggunaka  cara lama dimana dalam memiliki pekerjaan bisa ketetapannta melalui pemilik proyek.

“Sekarang proses pengadaan barang dan jasa terus mengalami perubahan, baik dari siai peraturan serta standar dokumen – dokumen pengadaan. untuk itu saya harap para penyedia jangan sia – siakan kesempatan ini untuk mengikuti dan memahami dengan baik proses pengadaa barang dan jasa,” harapnya.

Sementara Ketua Panitia Workshop Asep Khalid mengatakan, kegiatan workshop yang diikuti oleh sejumlah asosiasi pengadaan barang dan jasa  di kota jayapura ini dapat menciptakan  keseragaman pemahaman dalam pelaksanaan proses pengadaan barang jasa sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

“kita berharap dengan workshop ini dapat menambah wawasan bagi para penyedia tentang pengadaan barang dan jasa,”tuturnya. [moza/loy]