
Caption: Kadivre Perum Bulog Papua dan Papua Barat, Fauzi Muhammad saat memotong tumpeng ulang tahun ke-51 Perum Bulog, Senin (14/5/2018). Foto (Ist/PapuaSatu.com)
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) posisi Perusahaan Umum (Perum) Badan Usaha Logistik (Bulog), sangat strategis dalam upaya pengendalian harga (inflasi) di daerah maupun secara nasional.
Oleh karena itu komoditi yang menjadi tugas Bulog untuk pengelolaannya diharpakan terus bertambah. “12 komoditi dimungkinkan akan ditambahkan lagi,” ungkap Kepala Divre Perum Bulog Papua dan Papua Barat, Fauzi Muhammad dalam sambutanya di acara sarasehan peringatan HUT ke-51 Perum Bulog, di halaman Kantor Perum Bulog, Kota Jayapura, Senin (14/5/2018).
Menurut Fauzi, Perum Bulog Divre Papua dan Papua Barat baru menguasai empat komoditi utama untuk dikelolanya, yaitu beras, gula, minyak goreng dan tepung terigu.
Selain itu ada sejumlah komoditi yang sifatnya situasional untuk dikelola Bulog, seperti daging, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan lain-lain, yang disesuaikan dengan kondisi pasar ataupun permintaan pemerintah daerah.
Dengan thema “Kreasi Tiada Henti”, peringat HUT Perum Bulog ke 51 yang diperingati setiap tanggal 10 Mei dan diperingati serentak di Senin (14/5/2018), Bulog Divre Papua dan Papua Barat menggelar berbagai mata acara selama satu bulan, yang puncaknya dilakukan upacara bendera yang dilanjutkan dengan ramah-tamah bersama keluarga besar Bulog Divre Papua dan Papua Barat, di Kantor Perum Bulog Divre Papua dan Papua Barat, Kota Jayapura.
Aneka kegitaan dimaksud, seperti pertandingan olahraga, sejumlah lomba dan jalan santai, serta penyaluran CSR untuk salah satu pondok pesantren di Kota Merauke Provinsi Papua.[iyat/loy]










