Dapat Sertifikat Terbang, SAM Air Jadi Mandiri dan Berdiri Sendiri

0
211
Caption : Pimpinan PT SAM Air, H. Wagus Hidayat, S.E., saat berdiri disamping pesawat yang baru lakukan Joy Flight
Caption : Pimpinan PT SAM Air, H. Wagus Hidayat, S.E., saat berdiri disamping pesawat yang baru lakukan Joy Flight

SENTANI, PapuaSatu.com –  Upaya PT.Semuwa Aviasi Mandiri (SAM) Air untuk bisa mendapatkan Air Operator Certificate (AOC) 135, terwujud.

Terbitnya AOC tersebut, disambut pihak PT SAM Air  dengan menggelar syakuran dan peresmian atas penerbitan sertifikat terbang atau AOC 135. Usai acara syukuran, SAM Air melakukan Joy Flight atau terbang gembira bersama masyarakat secara gratis untuk menikmati nuansa pesawat, juga menikmati keindahan alam Papua khususnya Jayapura dari udara.

Joy Flight (terbang gembira) tersebut dimulai sore hari, bertempat di Base OPS Lanud Silas Papare, usai menggelar acara syukuran yang dihadiri para tamu undangan dari perwakilan pemerintah daerah, swasta dan masyarakat umum, Jumat (27/9/2019).

Pimpinan PT. Semuwa Aviasi Mandiri (SAM) Air H. Wagus Hidayat, S.E., mengatakan, SAM Air mendapatkan sertifikat AOC dari Otoritas Penerbangan Nasional (ANA) atau Direktorat Jenderal (Dirjen) Penerbangan Sipil dan resmi mandiri.

“Dengan terbitnya Air Operator Certifikat (AOC) tersebut, perusahaan SAM Air telah berdiri sendiri dan mandiri. Kemudian hasil pengecekan dari Kementerian Perhubungan telah dinyatakan rampung, selanjutnya pesawat dinyatakan layak terbang,” katanya  usai acara syakuran dan peresmian AOC SAM Air di Base Ops Lanud Silas Papare, Kamis (27/9/2019).

Pria yang juga Owner PT Semuwa Group itu, mengatakan, persetujuan yang diberikan Otoritas Penerbangan Nasional (ANA) atau Direkturat Jenderal Penerbangan Sipil kepada operator pesawat terbang untuk mengizinkannya menggunakan pesawat terbang guna tujuan komersial. Semakin menguatkan komitmen perusahaannya bisa menjadi mitra pemerintah untuk buka akses layanan transportasi bagi daerah terpencil.

“Sebelum terbit AOC SAM Air ini, kamipun sudah lakukan hal tersebut dengan menggunakan AOC lain,” ungkap pria yang juga seorang pilot.

Ditambahkan H. Dayat, meski AOC milik PT. Sam Air baru diterbitkan dan kini telah mandiri serta berdiri sendiri, pihaknya sebelumnya telah lakukan layanan penerbangan komersil. Baik penumpang maupun cargo ke daerah-daerah terpencil. Di antaranya Mamberamo Tengah, Mamberamo Raya dan juga Puncak Jaya. Selain komitmen layani transportasi daerah pedalaman Papua, SAM Air berkomitmen lakukan pembinaan terhadap putra-putri asli Papua yang memiliki skill dan kemampuan lebih.

“Di kami untuk seorang Pilot asli Papua ada tiga orang, teknisi ada dua orang dan tenaga-tenaga lain-lain termasuk driver (sopir) nya. Serta ada beberapa anak-anak asli Papua yang kami support dan biayai di tempakan di penerbangan lain,” tegas H. Dayat.

Sekedar diketahui, AOC adalah bentuk persetujuan yang diberikan untuk mengizinkan menggunakan pesawat terbang guna tujuan komersial. Mengharuskan operator memiliki personil, aset dan sistem yang  menjamin keselamatan karyawan dan masyarakat umum. Akan mempertimbangkan perilaku dan pengalaman pemohon sebelumnya, peralatan, organisasi, kepegawaian, perawatan dan pengaturan lainnya. [mir/sn]