
JAYAPURA, PapuaSatu.com — Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Indosat Ooredoo Hutchison resmi meluncurkan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) sekaligus meresmikan AI Experience Center (AIEC) di 10 daerah sebagai hub, Selasa (25/8/2026).
AIEC dan GSIH diresmikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid secara daring dari BSD Tangerang Selatan.
Untuk di Jayapura, peresmian dilakukan sekaligus peresmian Indosat Game Center oleh Eric Wilyanto, EVP Head Circle Kalisumapa mewakili Indosat Ooredoo Hutchison di Gedung Indosat Kota Jayapura.
Dalam sambutannya, Eric Wilyanto menyampaikan bahwa AI Experience Center yang telah hadir sejak Tahun 2025 bukan sekadar penyediaan teknologi, melainkan ruang dan ekosistem bagi generasi muda Papua untuk belajar, berkembang, berkolaborasi, dan melahirkan inovasi.
“Konektivitas harus menciptakan peluang. Koneksi bukan sekadar jaringan, tetapi kesempatan bagi masyarakat Papua untuk tumbuh, belajar, dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat,” ujar Eric.
Hari itu juga secara resmi diluncurkan Game Center Papua, yang diharapkan memberikan pengalaman digital bagi anak muda Jayapura sekaligus menghubungkan komunitas lokal ke ekosistem yang lebih luas.
“Gaming bukan sekadar bermain, e-sport kini sudah menjadi profesi dan industri. Indosat akan mendukung penuh melalui Game Center ini,” tambahnya.
Selain itu, Indosat juga berkolaborasi dengan Kementerian Komdigi menjadikan tempat ini sebagai pusat pendukung GSIH, yang berfungsi menjembatani talenta digital Papua dengan komunitas dan peluang ekosistem digital nasional.
“Selamat hadirnya Game Center dan GSIH di Jayapura. Semoga AIEC menjadi jalan untuk mewujudkan potensi digital Papua yang sesungguhnya,” tutup Eric.
Sementara itu, Abdul Majid, S.Pd., M.Pd., Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Kota Jayapura yang mewakili Wali Kota Jayapura menyambut baik dan memberikan dukungan penuh kehadiran GSIH di Jayapura.
Tema kegiatan “From Spark to Impact: Gateway for Digital Talent to the Ecosystem” dinilai sangat relevan untuk menjembatani talenta lokal dengan pemerintah, industri, akademisi, dan jejaring teknologi nasional.
“Kehadiran GSIH Jayapura berkat sinergi Kementerian Komdigi dan Indosat Ooredoo Hutchison adalah bukti nyata bahwa Papua tidak tertinggal dalam arus transformasi digital,” tegas Abdul Majid.
Abdul Majid juga menyampaikan empat pesan utama kepada generasi muda Papua, yakni agar dapat memanfaatkan ruang ini sebaik-baiknya dengan belajar, bereksperimen, dan jangan takut berinovasi.
“Jadilah pencipta, bukan sekadar pengguna teknologi. Anak-anak Papua tidak hanya memakai teknologi, tetapi harus mampu menciptakan solusi dan peluang baru dari tanah ini,” pesannya.
“Bermimpilah setinggi langit, tapi berpijak di bumi Papua. Bangunlah produk dan layanan yang menjawab masalah nyata di tengah masyarakat,” sambungnya.
Selain juga juga berpesan agar menjaga etika dan integritas. Teknologi adalah alat untuk kebaikan, kemajuan, dan persatuan — sekaligus tanggung jawab.
“Mari kita buktikan bahwa Papua mampu melahirkan talenta digital kelas dunia. Kolaborasi pemerintah, dunia pendidikan, industri, dan komunitas membuktikan: tidak ada yang tidak mungkin,” pungkasnya.[Yat]










