Johan Modouw Nilai Pemuda Papua Kurang Minati Usaha Tanaman Sayur Hidroponik

0
883

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Salah satu pemuda asal Sentani ini menilai pemuda Papua kurang meminati usaha yang jarang dimiliki orang Papua. Kebanyakan pemuda memilih pekerja umum seperti ekonomi, hukum, politik dan bidang pemerintahan lainnya.

Pihaknya sudah memiliki usaha Hidroponik dengan nama JAM Hidroponik dan di dalamnya ada lima jenis tanaman sayur Hidroponik dari sejak Februari 2020.

Selama Wabah Covid-19 muncul, Johan Modouw mengatakan usaha Hidroponik yang dimilikinya tetap berjalan baik dan hasil tanaman dijual secara Online.

“Saya sudah mulai usaha Hidroponik dari sejak Februari 2020 dan hasil pertama belum memanen musibah Corona muncul, tapi saya tetap berusaha dan akhirnya sekarang sudah lancar usaha saya,” ungkap Johan Modouw saat ditemui PapuaSatu.com di Green House Waena Senin, (6/7/2020).

Pria muda Papua ini berharap pekerjaan yang jarang dimiliki oleh orang Papua ini bisa berkembang dan pemuda Papua lain juga bisa bekerja.

“Anak Papua tu banyak potensi yang dimiliki kok, kan tinggal mengaplikasikan saja. Tidak perlu malu atau gengsi buat usaha seperti ini, apa lagi ada banyak tanah kosong,” ujarnya.

“Jangan kebanyakan kerja di pemerintahan, kita yang lain coba meningkatkan gaya bertani orang Papua. Karena sa rasa awalnya susah tapi sebenarnya bisa dengan modal niat,” harap Johan Modouw.

Sementara itu Farid B. Bekti Ongge salah satu pelanggan sayur dari hasil Hidroponik mengakui kualitas lima jenis sayur, Bayam, Sawi, Kangkung Selada, dan pakcoi, hasilnya memuaskan.

“Saya selama masa pandemik Covid-19 ini beli sayur di saudara Johan Modouw, karena kami mau ke pasar atau ke kios sayur belum bisa karena PSDD dan lain sebagainya. Jadi kami pesan di saudara Johan saja. Karena kalo pesan di dia langsung diantarkan kemudian kualitas sayur juga segar-segar bagus,” ungkap Farid. [miki]