JWW Siap Memperkuat Bulog Merauke

0
687

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Badan Urusan Logistik (Bulog) kabupaten Merauke saat ini kesulitan menampung beras petani Merauke, akibat terbatasnya Gudang penyimpanan beras yang dimiliki.

“ Saat ini ada 4 Gudang Bulog di Merauke, namun sudah tidak mencukupi untuk menampung beras dari masyarakat. Jadi kami ingin membangunan satu lagi gudang bersama dengan pabrik penggilingan beras premium,” kata Kepala Bulog Kabupaten Merauke, Yudi Wijaya saat ditemui di gudang Bulog, Kuprik, Kabupaten Merauke, Sabtu (05/05/2018).

Yudi mengatakan, Setelah dua tahun Presiden Jokowi mencanangkan Merauke sebagai lumpung pangan nasional, daerah yang berada diujung timur Indonesia itu telah mampu menjadi produksi terbesar kedua beras di Indonesia. “Saat ini kita sudah nomor dua terbesar produksi beras di Indonesia,” ujar Yudi.

Calon Gubernur Papua, John Wempi Wetipo (JWW) yang melakukan kunjungan di Gudang Bulog Kurik, Merauke, Sabtu (5/5), mengatakan, pihaknya ketika terpilih menjadi gubernur Papua 2018 -2023 akan melakukan pembenahan bagi Bulog Merauke. Karena menurutnya harga beras petani Merauke jatuh akibat Bulog tidak bisa menampung digudang, sehingga membatasi pembelian beras petani.

Jhon Wempi mengakui kalau kualitas beras yang dihasilkan petani Merauke cukup bagus, untuk itu pihaknya akan membatu Bulog untuk angkutan beras ke wilayah pengunungan tengah Papua.

“ Selama ini beras dari Merauke sampai ke Wamena, melalui Jayapura. Dari Merauke naik kapal ke Jayapura, lalu disimpan dulu di gudang dari gudang ke Sentani kemudian diangkut dengan pesawat ke Wamena, sehingga membutuhkan biaya yang besar,” katanya dalam rilis Tim Pemenangan Josua yang diterima PapuaSatu.com, Selasa (08/05/2018).

Jhon Wempi menginginkan, beras dari Merauke diangkut langsung ke Wamena dengan menggunakan pesawat. Jadi biayanya bisa lebih murah dan waktunya akan lebih cepat.

“ Jadi kalau Tuhan menghendaki saya dan pak Habel terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, maka kami akan memperkuat Bulog Merauke, sehingga semua beras produksi petani bisa ditampung,” ujarnya. [Tim Josua/abe]